Kanal

Kirab Kebo Bule hingga Nganggung, Ini 10 Tradisi Unik Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H

Warga mengambil hidangan saat perayaan Tahun Baru Islam di Pangkalarang Kelurahan Ketapang Kecamatan Pangkalbaram, Pangkalpinang, Minggu (2/10/2016). - Bangkapos.com/Dok

Tradisi makan bersama atau biasa disebut nganggung menjadi ciri khas warga Bangka Belitung untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Kebersamaan diangkat menjadi tradisi Tahun Baru Islam.

Tradisi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram begitu semarak seperti layaknya suasana Idul Fitri dan Idul Adha.

Warga dari seluruh penjuru Bangka berdatangan untuk bersilaturahmi sekaligus bertamu ke rumah-rumah warga.

Baca: Sempat Bungkam, Kini Kartika Putri Terang-terangan Habiskan Waktu Bareng Habib Usman

Tidak hanya kerabat atau warga yang saling kenal saja yang datang bertamu, namun orang asing yang bukan warga setempat juga akan dilayani tuan rumah.

Bagi tuan rumah semakin banyak tamu yang datang maka rizki yang diperoleh akan semakin banyak.

Di setiap rumah warga tersaji aneka menu seperti saat Lebaran ala Bangka.

Ada kemplang, keretek, kue kering, kue basah, dodol dan lainnya.

Tidak lupa tuan rumah mengenakan baju baru, begitu pula dengan anak-anak mereka.

6. Mendaki Gunung Lawu

Gunung Lawu (Surya/Eko Darmoko)

Mendaki Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah satu tradisi yang dilakukan sebagian warga untuk Tahun Baru Islam.

Biasanya jelang malam 1 Suro, banyak pendaki atau warga yang memadati pintu masuk Gunung Lawu, baik dari Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, maupun Candi Cetho.

Selain untuk menggapai puncaknya, warga juga melakukan ritual di Gunung Lawu.

Baca: Selvi Ananda Pernah Jadi Penjaga Warung Sebelum Jadi Menantu Presiden Jokowi

Gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl itu dipercaya sebagian masyarakat Jawa sebagai tempat suci yang sakra dan punya daya magis yang tinggi.

Sehingga dipandang sebagai tempat yang tepat untuk merenung, berdiam diri, beritikaf dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta bagi siapapun yang mempercayainya.

7. Barik'an - Pati, Jawa Tengah

Tradisi Barik'an masih dilestarikan dan dilakukan oleh masyarakat Pati untuk sambut Tahun Baru Islam.

Tradisi Barik'an adalah acara kenduri bersama.

Biasanya masyarakat membawa dan mengumpulkan nasi serta lauk-pauk dari rumah masing-masing.

Setelah dikumpulkan, nasi dan lauk-pauk kemudian didoakan.

Setelah memanjatkan doa, masyarakat langsung menggelar makan bersama.

Pada ritual tersebut terjadi saling tukar-menukar lauk yang mereka bawa.

Ritual Barik'an menjadi cara masyarakat untuk meningkatkan kerukunan antar warga desa.

8. Ngadulang - Sukabumi, Jawa Barat

Ngadulang adalah tradisi lomba seni menabuh beduk yang diikuti oleh warga dari berbagai kecamatan di Sukabumi untuk sambut Tahun Baru Islam.

Dalam lomba ngadulag, satu tim minimal terdiri dari tiga pemain, pertama orang yang berperan sebagai pemukul beduk, kemudian pemukul kohkol (kentungan), dan pemukul alat tambahan lainnya.

Para peserta lomba akan berusaha menampilkan irama yang unik agar bisa menjadi pemenang.

9. Borong perabot rumah - Makassar

Tradisi perayaan Tahun Baru Islam di Makassar ternyata sangat unik dibanding tradisi di daerah lain.

Baca: Lama Tak Muncul, Veronica Tan Pamer Foto-foto Aktivitasnya Setelah Bercerai dari Ahok

Pada tanggal 1 Muharram, para ibu di Makassar akan berbelanja besar-besaran untuk memborong perabot rumah.

Namun, jenis barang yang mereka beli hanya satu.

Karenanya, tidak heran apabila para ibu di Makassar akan memiliki banyak persediaan perabot rumah tangga setelah bulan Muharram.

10. Wahyu Kliyu - Karanganyar, Jawa Tengah

Wahyu kliyu adalah upacara adat selamatan berupa sedekah apem dan digelar masyarakat Dusun Kendhal, Desa Jatipuro, Karanganyar.

Tradisi turun temurun ini diselenggarakan setahun sekali pada bulan Muharam (Sura) tepatnya pada malam bulan purnama tanggal 15 Suro.

Yang menarik pada pelaksanaan upacara Wahyu kliyu, tidak ada nasi tumpeng beserta lauk pauk seperti lazimnya pada acara selamatan.

Nasi tumpeng diganti dengan “apem” yaitu semacam kue yang dibuat dari bahan tepung beras.

Apem yang berbentuk bulat tersebut mengandung makna sebagai lambang pengayoman, peneduh dan penyejuk.

Tiap rumah menyajikan apem sejumlah 344 buah.

Setelah selesai rangkaian acara doa, apem dibagi lagi kepada seluruh warga.  (TribunTravel.com/Sri Juliati) 

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Sambut Tahun Baru Islam, Inilah 10 Tradisi Unik di Indonesia Rayakan 1 Muharram 1440 H, http://travel.tribunnews.com/2018/09/10/sambut-tahun-baru-islam-inilah-10-tradisi-unik-di-indonesia-rayakan-1-muharram-1440-h?page=all.

Editor: fitriadi
Sumber: TribunTravel.com

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer