Kanal

Nyawa Junaidi Berakhir di Ujung Pisau Gagang Putih, Begini Pengakuan Tersangka

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Junaidi Efendi alias Junaidi (33), merenggang nyawa. Sebilah pisau menembus dada kanannya. Pembunuhan terjadi di depan Lapangan Bola Gang Galunggung Batako Airmerapin Sungailiat Bangka, samping Toko Tokmet, Senin (10/9/2018) malam.

Kurang 1x24 jam, pelaku, kakak beradik berhasil ditangkap. Berikut pengakuan satu diantara pelaku, Tersangka Efriyadi (29) dan juga penjelasan Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian, Selasa (11/9/2018).

"Dia abang saya (Erwin) awalnya mau minta uang saja, nagih utang ke korban. Sedangkan saya cuma anter Erwin karena Erwin minta tolong. Alasan Erwin mau ambil uang yang dipakai kawan (korban) di Batako," kata Tersangka Efriyadi memulai kisah, Selasa (11/9/2018) di hadapan wartawan dan polisi.

Mengenai aksi penikaman, Senin (10/9/2018) malam, berbuntut tewasnya korban, Junaidi Efendi, menurut Tersangka Efriyadi, ia tak ikut serta. Namun polisi tak begitu saja percaya pada Efriyadi. Polisi yakin, Efriyadi terlibat menghabisi nyawa korban, Junaidi Efendi.

"Bukan saya yang menikam korban, tapi abang saya, Erwin yang melakukannya. Abang saya (Erwin) langsung dorong-dorongan, berkelahi dengan korban. Saat itu saya cuma duduk di motor, paling jaraknya setengah meter dari mereka. Mereka (Erwin dan korban) cekcok mulut, berkelahi, lalu korban lari (setelah ditikam)," katanya.

Usai kejadian, Efriyadi dan Erwin meninggalkan korban di lokasi kejadian. Erwin bermaksud memegang kendali mengendarai motor, namun dicegah oleh adiknya, Efriyadi. "Gagang pisau warna putih ditancap di depan motor, dan Erwin mau bawa motor, tapi saya bilang jangan karena motor ini punya orang," kata Efriyadi mengenang awal pelarian mereka sebelum ditangkap polisi.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Kompol S Sophian, Selasa (11/9/2018) menyatakan, dua pelaku sudah diamankan.. Mereka dijerat Pasal 338 KUHP junto Pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Para pelaku diancam pidana, 20 tahun penjara.

"Kejadian berawal dari pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan naik motor menemui korban di dekat Toko Tokmet di GG Galunggung (Batako) Airmerapin. Pelaku menagih hutang dengan korban Rp 200 ribu. Kita masih lakukan pendalaman apakah hutang itu terkait masalah narkoba atau terkait hutang biasa," tegas Sophian.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer