Kanal

Pelaku Pembunuhan Junaidi Libatkan Kakak Beradik, Alasan Karena Hutang

Tersangka Efriyadi (29), satu diantara tersangka pembunuh Junaidi Efendi alias Junaidi, Selasa (11/9/2018) diamankan di Polres Bangka. Tampak Tersangka Efriyadi (29), kondisi tangan terborgol di ruang penyidik kepolisian setempat. - Bangka Pos / Ferylaskari

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kurang 1 x 24 jam, polisi berhasil mengungkap kedok pelaku pembunuh Junaidi Efendi alias Junaidi.

Pelakunya ternyata dua bersaudara, kakak- beradik, pria asal Pangkalpinang berdomisili di Nangnung Sungailiat Bangka.

Pelaku ditangkap di Sungailiat oleh Tim Buser Satreskrim Polres Bangka, Selasa (11/9/2018). Mereka masing-masing Tersangka Erwin (38) pelaku utama, dan adiknya Tersangka Efriyadi (29).

Kepada polisi pelaku mengaku insiden berdarah itu terjadi karena prihal hutang-piutang, Rp 200 Ribu.

Ditemui Bangka Groups, Tersangka Efriyadi (29) di hadapan polisi, Selasa (11/9/2018) mengatakan, ia hanya mengantarkan kakak atau abangnya, Tersangka Erwin (38) menemui korban.

"Dia (Erwin) mau minta uang saja, nagih utang ke korban. Sedangkan saya cuma anter Erwin karena Erwin minta tolong. Alasan Erwin mau ambil uang yang dipakai kawan (korban) di Batako," kata Efriyadi.

Mengenai aksi penikaman, Senin (10/9/2018) malam, berbuntut tewasnya korban, Junaidi Efendi, menurut Tersangka Efriyadi, ia tak ikut serta. Namun polisi tak begitu saja percaya pada Efriyadi. Polisi yakin, Efriyadi terlibat menghabisi nyawa korban, Junaidi Efendi.

"Bukan saya yang menikam korban, tapi abang saya, Erwin yang melakukannya. Abang saya (Erwin) langsung dorong-dorongan, berkelahi dengan korban. Saat itu saya cuma duduk di motor, paling jaraknya setengah meter dari mereka. Mereka (Erwin dan korban) cekcok mulut, berkelahi, lalu korban lari (setelah ditikam)," katanya.

Usai kejadian, Efriyadi dan Erwin meninggalkan korban di lokasi kejadian. Erwin. Erwin bermaksud memegang kendali mengendarai motor, namun dicegah oleh adiknya, Efriyadi.

"Gagang pisau warna putih ditancap di depan motor, dan Erwin mau bawa motor, tapi saya bilang jangan karena motor ini punya orang," kata Efriyadi mengenang awal pelarian mereka sebelum ditangkap polisi.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Kompol S Sophian, Selasa (11/9/2018) menyatakan, dua pelaku sudah diamankan. mereka dijerat Pasal 338 KUHP junto Pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Para pelaku diancam pidana, 20 tahun penjara.

"Kejadian berawal dari pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan naik motor menemui korban di dekat Toko Tokmet di GG Galunggung (Batako) Airmerapin. Pelaku menagih hutang dengan korban Rp 200 ribu. Kita masih lakukan pendalaman apakah utang itu terkait masalah narkoba atau terkait hutang biasa," tegasnya. (*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer