Kanal

Hutan Lindung Belinyu Dibabat Tambang, Ada yang Gunakan Alat Berat

Hutan Lindung Belinyu Dibabat Tambang Ilegal Ada yang Gunakan Alat Berat - Capture Youtube

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Hutan lindung (HL) dan hutan produksi (HP) di kawasan Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Bangka, porak-poranda.

Penambangan timah liar menggunakan alat berat  tetap marak di kawasan ini.

Padahal pihak PT Inhutani, KPHP sudah berkali-kali memberi peringatan agar pengusaha tambang tak merambah kawasan tersebut.

Pantauan Bangka Pos Groups di lapangan, Rabu (12/9/2018) petang terlihat sedikitnya alat berat  berada di lokasi tambang. Dua di antara alat berat sedang menggaruk tanah di lubang tambang (camui) dan satu di antaranya sedang berada di darat sisi tambang dalam keadaan sedang diperbaiki.

Sejumlah warga menyebut, aktifitas tambang timah di kawasan hutan terlarang Dusun Lubuk Lesung sudah ada sejak dulu.

Lubang besar menganga akibat penambangan ini membuat ekosistem hutan menjadi rusak. Parahnya lagi, pengusaha tambang di kawasan itu seolah 'kebal hukum'.

"Di lokasi ini banyak pengusaha menggunakan alat berat menambang timah. Lubang-lubang besar menganga akibat ulah mereka. Hutan pun rusak karena tambang liar. Pengusaha yang menambang sudah sejak dulu menambang di di kawasan hutan terlarang," kata warga memberi informasi kepada Bangka Pos Groups, Rabu (12/9/2018).

Satu di antara pengusaha tambang yang dimaksud, AFT sempat dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Rabu (12/9/2018) petang. Kepada wartawan, AFT mengakui, dia merupakan satu di antara pengusaha pemilik tambang di kawasan yang dimaksud. AFT tak menyangkal, selama ini menggali lubang tambang menggunakan alat berat jenis excavator.

"Memang betul saya punya tambang dan alat berat di lokasi itu (Lubuk Lesung). Saya beli kok lokasinya dari warga. Namun bukan saya saja yang menambang di lokasi ini (Lubuk Lesung), tapi ada penambang lainnya yang juga beroperasi," kata AFT.

Sementara itu Pihak PT Inhutani, Rabu (12/9/2018, tampak sibuk memasang papan tanda larangan di beberapa lokasi tambang daerah itu. Tak hanya di tambang Dusun Lubuk Lesung, namun papan tanda larangan menambang juga dipasang di Dusun Airanget dan beberapa dusun lainnya di Kecamatan Belinyu.

Pengawas Lapangan PT Inhutani, Marco bersama rekan sejawat, ditemui saat sedang memasang papan tanda larangan di lokasi tambang di Belinyu, Rabu (12/9/2018) petang, mengaku sudah berkali-kali melarang penambang menambah hutan, namun seolah tak digubris.

"Tambang di Lubuk Lesung sudah dikasih peringatan oleh Inhutani, dari KPHP juga sudah. Bahkan tembusannya sudah kita kirim ke Kapolsek Belinyu," katanya.

Diakui Marco, upaya PT Inhutani seolah sia-sia karena faktanya, penambang tetap beroperasi. Namun demikian, PT Inhutani tak akan bosan memasang papan plang tanda larangan agar hutan di kawasan ini tak semakin rusak.

Saat ditanya kenapa pengusaha tambang terus membandel padahal PT Inhutani sudah mengirimkan surat tembusan ke Kapolsek Belinyu? Marco tak lagi menjawab, melainkan hanya tersenyum.

"Ya....yang jelas pemasangan papan tanda larangan ini tujuannya agar mereka (penambang) tidak merambah hutan," katanya.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Rabu (12/9/2018) sempat dikonfirmasi Bangka Pos Groups terkait laporan warga yang menyebutkan maraknya penambangan di hutan terlarang di Dusun lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Belinyu.

Sophian mengaku berterimakasih karena wartawan sudah menyampaikan laporan, dan pihak kepolisian berjanji akan menyelidikinya.

"Terimakasih infonya, kita akan selidiki dulu," kata Sophian. Berikut video tampilan visual aktifitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Dusun Lubuk Lesung Belinyu Bangka, Rabu (12/9/2018).(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer