Kanal

Deretan Fakta Rumah Pak Eko yang Terkurung Cari Keadilan hingga Dikejar Paspampres

Eko Purnomo (37) memperlihatkan surat sertifkat tanahnya dan surat berita acara pengukuran dari BNP saat ditemui Tribun Jabar dirumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggraha, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018). - Kolase (Tribun Jabar/Infoseputarbandunraya)

BANGKAPOS.COM - Eko Purnomo (37), warga Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung kelimpungan setelah rumah yang ditinggalinya terkepung oleh bangunan milik tetangganya.

Rumah seluas 72 meter persegi yang dibangun oleh orangtuanya pada 1998 silam itu terhalang, baik dari sisi kanan, kiri, depan dan belakang. Alhasil Eko pun tak punya akses jalan keluar masuk.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? berikut Tribunjabar.id, rangkum sejumlah faktanya.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); //

1. Terkepung sejak 2016.

Ditemui TribunJabar.id, Eko menjelaskan bahwa kronologinya bermula pada tahun 2016 saat ada warga yang membeli tanah tepat di depan dan samping rumahnya.

Warga itu pun melakukan pembangunan dalam waktu yang bersamaan.

"Di tahun yang sama, di samping rumah saya juga ada yang beli, dan kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," ujar Eko di rumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Baca: Siswi SMA Ngaku Temukan Bayi di Rumah Kosong, Fakta Sebenarnya Terungkap

2. Negosiasi Tak Berhasil

Eko sebenarnya sempat bernegosiasi dengan pemilik tanah di depan rumahnya.

Ia berniat membeli sebagian tanah itu seharga Rp 10 juta, tapi pemilik tanah enggan memberikan.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jabar

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer