Manfaat Teh Segar dan Teh Basi
Manfaat Teh Segar dan Teh Basi
Tayang: | Diperbarui:
BANGKAPOS.COM--Minum teh sudah begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari sebagian besar orang Indonesia. Di rumah makan atau warung makan, minuman yang disajikan adalah teh. Selain bisa menghilangkan haus, minum teh juga bermanfaat bagi kesehatan. Bagi wanita, teh bisa mencegah anti kerut dan stres. Caranya?
Secara garis besar, ada tiga jenis teh (camellia sinensi) di dunia. Teh hitam (black tea), teh hijau (green tea), dan teh oolong. Di Indonesia teh hitam lebih digemari dan bisa ditambah dengan bunga melati, mawar, atau vanila.
Penyajian teh juga beragam, seperti teh manis hangat, es teh manis, teh tawar, teh tawar hangat, atau teh pahit. Bahkan bagi sebagian orang, minum teh tidak afdal jika warnanya tidak pekat. Namun terlalu sering minum teh seperti itu bisa membuat urusan ke belakang menjadi terganggu.
"Teh yang terlalu pekat dan juga pahit, seperti diketahui, bisa mengatasi diare. Oleh karena itu jika dikonsumsi terlalu sering bisa menyebabkan kebalikannya, yakni konstipasi atau sembelit," kata Rina Poerwadi, ahli kuliner sehat dalam acara bincang-bincang "Manfaat Teh untuk Kesehatan" yang diadakan Teh Botol Sosro dan Kidzania, pekan lalu.
Rina menyarankan agar minum teh 3-4 cangkir sehari dan jangan terlalu pekat. Menurutnya, dengan meminum 3-4 cangkir setiap hari, radikal bebas bisa dikuras. Radikal bebas bisa masuk ke tubuh dan menggangu kesehatan.
Radikal bebas ada di mana-mana, baik dari udara yang penuh polusi dari knalpot, asap rokok, asap pabrik, dan pembakaran. Makanan dan minuman juga tidak bisa luput dari radikal bebas karena makanan atau minuman juga terpolusi oleh kimia, jamur, dan sebagainya. Untuk mengurangi radikal bebas itu ditangkal dengan antioksidan. Salah satunya adalah dengan minum teh.
Agar mendapatkan antioksidan yang banyak, Rina menyarankan agar penyeduhan teh sebaiknya tidak lebih dari tiga menit. "Diseduh selama tiga menit sudah cukup untuk merilis polifenol yang ada dalam teh. Kalau diseduh terlalu lama, ibaratnya nyawanya sudah tidak ada lagi. Penyeduhan yang terlalu lama juga bisa membuat senyawa-senyawa di dalam teh mati," kata Rina.
Rina mengatakan, lebih baik teh dibuat dalam poci kecil. Setelah 2-3 cangkir, teh yang ada di dalam poci itu bisa dibuang. Pasalnya, polifenol yang ada dalam teh akan berkurang jika diseduh berulangkali. Dalam jangka waktu tiga menit sampai tiga jam, polifenol itu semakin berkurang dan akhirnya hilang.
Polifenol adalah antioksidan yang ada di dalam teh. Senyawa antioksidan itu mampu menyingkirkan radikal bebas yang menjadi penyebab utama penuaan dan penyakit pada manusia. Selain pada teh, polifenol juga bisa ditemukan pada minyak zaitun dan anggur merah.
"Terlalu banyak makan gorengan sehingga kolesterol tinggi bisa dikuras dengan minum teh. Secara tradisional orang Indonesia sudah bagus setelah makan besar langsung minum teh," kata Rina yang juga pemilik kursus Mom can Cook itu.
Rina mengatakan, minum teh 3-4 cangkir setiap hari sama sehatnya dengan minum cukup air putih. Selain itu, manfaat lain dari minum teh dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.
Manfaat ekstra dari teh berasal dari flavonoid, yakni antioksidan yang ditemukan dalam berbagai tanaman, termasuk daun teh. Berbagai penelitian menunjukkan flavonoid efektif untuk mencegah kerusakan sel.
Namun sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Begitu juga dengan teh. Selain teh yang terlalu pekat yang bisa menyebabkan sembelit, teh juga menyebabkan terganggunnya penyerapan zat besi di tubuh.
Rina mengatakan, teh bisa dikonsumsi oleh anak-anak atau orang dewasa. Anak-anak harus lebih berhati-hati dan jangan berlebih. Jika pada orang dewasa disarankan minum 3-4 cangkir, untuk anak-anak disarankan 1 cangkir saja. Pasalnya, kandungan teh yang bisa menurunkan kolesterol dianggap belum diperlukan oleh anak-anak. Justru kolesterol diperlukan anak-anak untuk pertumbuhannya.
Segar dan basi
Manfaat teh, selain terhindar dari jantung, kanker, dan stres, wajah juga terlihat kencang tanpa kerutan. Dan, itu semua didapat dari teh. Urusan kecantikan juga dapat diperoleh dari teh. Bukan teh segar, namun teh yang telah basi. Kok bisa? Caranya dengan membasikan air teh semalaman.
Rina mengatakan, pada malam hari teh diseduh dengan air panas. setelah itu diangin-anginkan semalaman di luar. Kondisi itu seringkali disebut teh basi.
Pada pagi harinya lebih baik ketika embun pagi masih ada (paling siang sekitar pukul 05.30) sehingga teh terasa lebih dingin dan teh itu diusapkan (cuci muka) ke bagian wajah. Bisa juga sambil digosok-gosok seperti scrub. Dan, hasilnya kulit akan menjadi lebih bersinar dan anti kerut.
"Sebenarnya cara ini sudah dilakukan oleh nenek moyang kita. Sampai sekarang masih bisa diikuti untuk mencegah keriput di wajah," kata Rina.
Khusus bagian mata, bisa digunakan teh yang berada dalam kantong teh (celup) sehingga mata terlihat lebih segar. Caranya dengan mengompres kantong teh itu ke mata beberapa saat.
Teh yang basi memang hanya layak untuk perawatan kecantikan kulit wajah, tetapi tidak layak untuk minum. Untuk mencegah teh basi sebenarnya dengan penggunaan gula yang pekat (manis sekali).
"Memang gula dalam teh bisa menjadi pengawet, tetapi harus yang manis sekali. Oleh karena itu, teh dalam kemasan botol atau teh yang biasa kita buat di rumah juga bisa basi," kata Alex Rumodor, General Manager Marketing Activation & Public Relation PT Sinar Sosro.
Tanda-tanda teh basi, menurut Alex, bisa dilihat secara kasat mata dari perubahan warnanya, yakni warnanya berubah menjadi keruh atau lebih gelap. Itu terjadi karena mikro organisme dalam teh berkembang biak dan bermetabolisme. Terkadang juga timbul partikel kecil yang mengambang di atas teh. Teh yang basi juga rasanya asam. "Pasti akan mudah dikenali dari segi rasa, teh yang basi dan tidak," kata Alex.
Jangan buru-buru
Selain memiliki khasiat penekan risiko penyakit jantung dan stroke, maupun pencegah kanker, teh juga punya manfaat sebagai pengusir stres.
Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang meminum teh secara teratur memiliki kemampuan menanggapi stres yang datang secara lebih tenang. Pikiran-pikiran negatif pada peminum teh juga lebih cepat dibalikkan daripada orang yang jarang minum teh. Hal itu terjadi karena kandungan teh memiliki efek menurunkan tekanan darah sehingga membuat tubuh lebih rileks dan meredakan kecemasan.
Menurut Rina yang juga dikenal sebagai ahli holistik aromaterapi itu, untuk mendapatkan khasiat anti stres dari teh, saat minum teh jangan terburu-buru. Tetapi harus disediakan waktu khusus. Aroma teh yang keluar akan mempengaruhi mood positif.
"Kalau ingin menghilangkan stres, teh harus diminum dalam kondisi mindfullnes, tidak terburu-buru. Rasakan dan nikmati hangatnya, aromanya. Lambat laun tubuh akan menjadi rileks. Kondisi itu akan mempengaruhi mood seseorang jadi lebih baik, jadi jangan asal menyeruput," ujar Rina.
Saat teh diseduh dengan air panas, nikmati kepulan asap serta wangi yang keluar dari teh itu. Lalu resapi kehangatan dan kenikmatan teh yang diminum secara berlahan-lahan. Bisa dicoba kan? slluuurrup.... (Lilis Setyaningsih)
[caption id="attachment_47331" align="alignright" width="288" caption="Warta Kota/Nur Ichsan"]
[/caption]
[/caption]