Peringatan 100 Tahun Teknologi Pertambangan Laut
Kapal Keruk Dabo Tertua
Teknologi pertambangan laut sudah digunakan sejak 100 tahun lalu. Dalam sejarah pertambangan timah di Indonesia...
Penulis: Hendra |
PANGKALPINANG, BANGKAPOS.com --
Teknologi pertambangan laut sudah
digunakan sejak 100 tahun lalu. Dalam sejarah pertambangan timah di
Indonesia, teknologi kapal keruk pertama kali hadir adalah Kapal Keruk
Dabo yang dioperasikan pada zaman Belanda oleh perusahaan NV SITEM.
Kapal keruk tersebut dioperasikan di sekitar perairan Pulau Singkep pada tahun 1911.
Dirut PT Timah Tbk, Wachid Usman dalam sambutannya memperingati 100
tahun teknologi pertambangan laut, Selasa (26/4/2011) mengatakan
teknologi kapal keruk pertama beroperasi di Indonesia yaitu KK Dabo
hanya mampu menggali hingga kedalaman 9 meter saja dengan menggunakan
mangkok 5 cruft.
"Seiring berkembangnya teknologi, kapal keruk terus mengalami
peningkatan. Awalnya Kapal Keruk Dabo beroperasi tahun 1911. Kemudian di
tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1947 dibangun 32 kapal keruk dengan
mangkok berukuran lebih besar, 9 sampai 14 cruft. Seluruhnya beroperasi
di Indonesia," katanya.
Lalu menginjak masa nasionalisasi pertambangan timah dari perusahaan Belanda ke pemerintah RI, yang kemudian terbentuk PT Timah membangun 5
kapal keruk dengan ukuran 18 hingga 30 cruft.
"Dalam perkembangannya jadi total kapal keruk yang beroperasi di
Indonesia ini sekitar 40 unit. 2 unit diantaranya milik PT Koba Tin dan 1
unit milik PT Riau Tin Mining," terangnya.