Selasa, 9 Juni 2026

Peta Politik Pemilukada Provinsi Babel 2012 (3)

Ganti Partai dan Perpecahan Kongsi

Tiap kali menjelang pemilihan umum maupun kepala daerah, perpecahan kongsi politik dan gonta-ganti kendaraan lazim terjadi.

Tayang:
zoom-inlihat foto Ganti Partai dan Perpecahan Kongsi
BANGKAPOS.COM/DOK


TAK ada kawan yang abadi. Adagium yang sangat akrab di telinga para politisi. Tiap kali menjelang pemilihan umum maupun kepala daerah, perpecahan kongsi politik dan gonta-ganti kendaraan lazim terjadi.
Pada Pemilukada Provinsi Babel 2012 ini sejumlah tokoh yang siap mencalonkan diri sudah berubah warna. Langkah ini jauh hari sudah dipersiapkan. Jika lima tahun silam duduk berdampingan, menjelang pemilihan kedua, bersebrangan.

Golkar yang bertahun-tahun bersebrangan dengan Eko Maulana Ali, justru merangkul Eko. Tahun lalu dalam Musda, Eko merebut pucuk pimpinan beringin di Bangka Belitung.
Jalan menuju pencalonan kembali dirinya mempertahankan posisi gubernur kian terbuka lebar. Sebab partai yang dulunya dimpin Hudarni Rani ini meraup suara yang signifikan anggota DPRD Babel 2009-2014.
Pada Pemilukada Babel 2007, Eko bergandengan dengan Syamsuddin Basari. Duet Eko-Syam diusung koalisi 7 parpol, diantaranya PBB, PKS, PAN, dan partai kecil lainnya.

Menghadapi Pemilukada 2012, Eko disebut-sebut bergandengan dengan Rustam Efendi ketua DPD PDIP Babel. Dan Syamsudin Basari yang memimpin Gerindara terpaksa mencari pasangan dari partai lainnya.
Demikian pula denagn partai penyokong Eko=Syam saat pemilukada 5 tahun lalu. Koalisi tujuh partai ini bubar. Dua partai PKS dan PBB yang masihbertahan. Calon yang bakal diusung koalisi putih-hijau ini, Yuron Ihza Mahendra dan Ridwan Thalib.

Proses koalisi partai belum selesai, sebab masih ada partai penyokong Eko-Syam kini membiliki calon sendiri, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua DPW PAN Babel, Darmansyah Husein menjadi pesaing pasangan calon-calon lainnya. PAN bisa saja bergandengan dengan PPP atau partai-partai lain yang memiliki kursi di DPRD Babel, seperti Gerindra dan Hanura.
"Hasil survey yang dilakukan sendiri oleh Golkar dibantu lembaga independen, hasilnya, Ketua DPD Golkar, Eko Maulana Ali mempunyai popularitas," kata Zulkarnain Syamsuddin, Sekretaris DPD Partai Golkar Babel.

Penegasan Zulkarnain untuk menjawab kegamangan di tubuh Golkar dengan mencuatnya nama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.
Sebab di tengah jalan, Ahok kader Golkar Babel lainnya jadi sandungan bagi Eko.
Ahok meraup suara kedua terbanyak pada pemilihan anggota DPR RI dari Bangka Belitung pada Pemilu 2009. Diapun terang-terangan siap menjadi orang nomor satu memimpin Babel.
Pada Pilgub 2007, Eko dan Ahok juga berseteru menjadi penantang utama duet Eko-Syam.

Pascapemilihan gubernur, karir politik Ahok belum habis. Dia merapat ke Golkar sebagai strategi menyongsong Pemilu 2009. Dan Ahok sukses menduduki kursi wakil rakat dari Babel di Senayan.

Eko masih menikmati bulan madu dengann kolaisi 7 parapol, dengan 3 kaki utama PBB, PKS, dan PAN. Pascapemilu 2009, barulah koalisi itu berantakan. Eko mendekati Golkar. Lalu sukses memuncaki beringin. Sedangkan Hudarni sebelumnya memimpin Golkar, menjelang tahun 2010 hengkang ke Hanura.

Peta politik Pemilukada Babel 2012 mulai berubah. Setidaknya empat parpol sudah mengantongitiket untuk mengusung jagoannya.  Bursa calon akan memanas. Para elite politik yang sudah malang-melintang di pucukpimpinan daerah ini akan bertarung. Pada 2012 inilah masa terakhir para elit yang sudah uluhan tahun itu menduduki jabatan enting di pemerintahan dan politik.
Untuk pencalonan, Zulkarnaen Syamsuddin mengatakan, Golkar mempunyai mekanisme sendiri. Dua poin penting yang harus dimiliki calon, yaitu popularitas serta elektabilitas.
Peluang koalisi Golkar dnegan partai lainnyapun masih terbuka. "Partai akan memperluas jaringan, partai koalisi memiliki misi dan visi menyejahterahkan masyarakat Bangka Belitung," kata Zulkarnaen.

Sedangkan Ketua DPD PDIP Bangka Belitung, Rustam Effendi, menegaskan bahwa, kader PDI Perjuangan akan lolos pada pemilihan nanti. Keputusan untuk mengusung orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai sudah mendapat rekomendasi dari DPP. PDIP sedang melakukan survei terhadap nama kader yang bakal diusung itu.

"Kita sebagai partai pemenang terbesar se-Sumbagsel dan nomor enam se-Indonesia. Kita mampu untuk menjadi nomor satu untuk memimpin Bangka Belitung ini kedepan," ungkap Rustam.
Kendati siapa yang masuk dalam nominator yang diusung pada kursi nomor 1 di Babel?
"Ada beberapa nama yang kita ajukan dan kita survey untuk maju dalam kandidat bursa calon gubernur, diantarnya Rudianto Tjen, Didit Srigusjaya, Rustam Effendi, Anton Godzalie, Ismiryadi, dan Bahar Buasan," pungkasnya.
Rustam mengaku sampai saat ini, pihaknya masih melakukan lobi-lobi politik ditingkat partai.

Hal senada dikatakan oleh Sekretaris DPW PPP Babel, Eka Mulya Putera bahwa PPP juga tidak mau kalah akan mengusung kadernya maju dalam perebutan Gubernur 2012 mendatang. Beberapa kader yang diusung yakni Yusroni Yazid dan Ketua DPW PPP Babel, Hamzah Suhaimi.
"Kita akan mengusung kader kita, karena berdasarkan aturan PPP dapat mengusung sendiri," imbuhnya.

Para Tokoh
Melihat peluang dan kepopularitas para calon saat ini. Ada beberapa nama yang disebut-sebut akan maju dalam Pemilihan Gubernur 2012 mendatang. Yakni Eko Maulana Ali saat ini Gubernur Babel, Anggota DPR RI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan anggota DPR RI Yusron Ihza, Anggota DPR RI Rudianto Tjen dan Walikota Pangkalpinang Zulkarnaen Karim, Bupati Bangka Yusroni Yazid, dan Bupati Belitung  Dharmansyah Husein.

Iilah wajah-wajah yang selama ini menghiasi panggung politik di Babel.
Pemilukada Babel 2007, Eko Maulana Ali-Syamsuddin Basari diusung tujuh partai mendulang 180.641 suara. Disusul pasangan Ahok-Eko C dengan 166.561 suara.

Pasangan gubernur incumbent, Hudarni Rani-Ishak Zainuddin dari Golkar memperoleh 112.374 suara, H Sofyan Rebuin dan Anton Gozelie sebanyak 35.949 suara serta pasangan Fajar Fairi-Hamzah Suhaimi 15.329 suara.
Dengan jumlah suara sah 510.854 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 731.709.

Suara Ahok secara pribadi ketika mencalonkan diri Pileg 2009 lalu mengumpulkan 35.416 suara. Sedangkan Rudianto Tjen yang juga terpilih menjadi anggota DPR RI saat itu mendulang 53.129 suara.
Yusron Ihza Mahendra calon anggota DPR RI asal PBB berada pada posisi ketiga pengumpulan suara terbanyak. Total suara diraup Yusron pada pemilihan tanggal 9 April lalu sebanyak 34.277 suara.

Hanya saja, suara partai keseluruhan diperoleh PBB tempat Yusron bernaung hanya 46.435 suara berada diurutan keempat setingkat di bawah Demokrat.
Hasil Pemilihan Umum 2009 untuk anggota DPRD Babel ada tiga partai besar unggul di kantong-kantong suara partai masing-masing.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved