Megat Meraih Kandis, Legenda dari Baturusa
Elisa siswi SDN 5 Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (28/06/2011) tampil dengan penuh percaya diri saat acara
Penulis: nurhayati |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Elisa siswi SDN 5 Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (28/06/2011) tampil dengan penuh percaya diri saat acara lomba minat baca bercerita bagi siswa SD/MI se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Novilla Sungailiat.
Ia mencerita cerita rakyat berjudul Megat Merah Kandis yang berasal dari Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
"Di tepi Sungai Baturusa tinggallah sepasang suami istri. Saat itu sang
istri sedang mengandung ia ingin sekali makan daging pelanduk tetapi
pelanduk betina yang sedang mengandung anak pelanduk jantan," cerita
Elisa.
Namun ternyata suaminya mengira yang diingini istri pelanduk jantan yang
mengandung, tetapi berhari-hari mendapatkan pelanduk jantan yang
mengandung, kemudian didapatlah pelanduk betina yang sedang mengandung
anak pelanduk betina sehingga istri melahir anak perempuan yang diberi
nama Megat Meraih Kandis yang artinya puteri nan cantik.
"Mak inang
bagaimana ini suami saya bilang kalau anak laki-laki harus ku rawat tapi
kalau anak perempuan maka harus kubunuh," ungkap Elisa.
Singkat cerita karena sayang kepada anak, akhirnya untuk menutupi agar
suaminya tidak tahu, sang istri membunuh anak anjing, kemudian
dikuburkan. Ternyata kebohongan itu terbongkar, suaminya tahu istrinya
telah berbohong. Sang suami marah besar lalu membunuh anaknya. Setelah
membunuh anaknya ia menyesal dan bunuh diri.
"Tempat Megat Meraih Kandis makamkan dinamakan Pangkalan Kandis yang menjadi nama desa di Baturusa," cerita Elisa mengakhiri ceritanya dengan berpantun.