Ketupat Warga Basi
Penetapan 1 Syawal oleh pemerintah pusat menuai kritikan dari sejumlah masyarakat di Kabupaten Ketapang
BANGKAPOS.COM, KETAPANG - Penetapan 1 Syawal oleh pemerintah pusat menuai kritikan dari sejumlah masyarakat di Kabupaten Ketapang. Mereka menilai ini merupakan ketidakmampuan pemerintah dalam bekerja, khususnya penetapan 1 Syawal.
"Dari beberapa puluh tahun terakhir, ini baru pertama kalinya penentuan 1 Syawal kacau. Semua persiapan telah dilakukan masyarakat untuk hari lebaran, seperti menyiapkan ketupat, dan daging untuk hari raya, karena ada peristiwa ini masyarakat dirugikan. Khususnya, ketupat warga basi," ujar Kaleman (45) warga Ketapang.
Tidak hanya itu, sejumlah Masjid pun sejak sore telah mempersiapkan diri untuk mengelar takbiran. Hal itu juga berdampak pada agenda Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang yang mengundur semua acara perayaan penyambutan Idul Fitri 1 Syawal. Open House di kediaman Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun pun ikut ditunda.
Gema takbir bentuk luapan kegembiraan Umat Islam di Bumi Ale-ale dalam Festival Beduk sedianya dilaksanakan, Selasa (29/8/2011) malam juga ditunda menyusul penetapan 1 Syawal oleh Pemerintah Pusat, jatuh pada Rabu (30/8).
"Semua acara perayaan menyambut takburan kita tunda, termasuk open house di kediaman Wakil Bupati pun diundur," ujar Staf Humas Pemda Ketapang, Aspul kepada Tribun, Selasa (29/8/2011).
Open house di kediaman Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun sedianya digelar pada Selasa dan Rabu 30-31 Agustus 2011 di Jl KS Tubun, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
"Karena 1 Syawal jatuh pada hari Rabu, maka open house pertama mulai Rabu, kemudian Kamis," timpal Aspul.
Wakil Bupati Ketapang akan menerima kunjungan silaturahmi mulai pukul 08.30 WIB-12.00 WIB. Kemudian akan dilanjutkan pukul 13.00-17.00 WIB. Setelah itu usai menunaikan ibadah sholat magrib, maka open house kembali diadakan dari pukul 19.00-21.00 WIB.