Sohet Chairil, Putra Bangka yang Ingin Berbuat bagi Daerah
Sukses bukan karena berlimpahnya materi, melainkan jika kita bisa merengkuh kebahagian.
Penulis: khamelia | Editor: M Ismunadi
"Buat apa materi berlimpah kalau kita stres," begitu kata pria kelahiran Pasir Putih, Pangkalpinang, 54 tahun silam ini.
Kepada bangkapos.com, Rabu (5/10/2011), pengusaha yang memiliki banyak bisnis ini bercerita awal pendirian Aston Bangka ini semata-mata untuk pengembangan daerah. Karena sebagai putra Bangka dirinya terpanggil untuk itu.
"Ini side bisnis (bisnis sampingan) saja, bukan bisnis utama saya. Niatan mendirikan hotel di Bangka ini sebetulnya sudah lama, karena saya melihat pengembangan hotel di sini masih sangat minim," kata Sohet.
Lanjutnya, niat mendirikan hotel pun didiskusikan oleh seorang arsitektur yang didatangkan dari Jakarta. Masih cerita Sohet, tatkala diajak meninjau lokasi, sang arsitektur pun langsung berkomentar tidak setuju dengan lokasi yang ia pilih. Karena lokasi tersebut berlawanan arah dengan Pangkalpinang.
"Oleh arsitek itu saya diminta stop, apalagi ia melihat lokasinya masih hutan belantara, dia pesimis. Selain arsitek, pihak Aston pun kala itu tidak setuju," cerita Sohet sembari tersenyum.
Namun, karena tekad yang kuat, akhirnya niat Sohet mendirikan Hotel Aston terwujud, dan kini telah beroperasional dengan posisi yang sangat baik.
"Ini hotel pertama saya, yang pembangunannya didukung penuh oleh Pemda," tuturnya.