Liga Prima Indonesia
Nomor Punggung Pemain Dibatasi 1 Hingga 50
Kompetisi level satu Liga Prima yang akan mulai bergulir pada Sabtu (15/10/2011) akan menerapkan beberapa aturan baru.
Tayang:
Editor:
M Ismunadi
net
Musim depan nomor punggung 99 seperti yang digunakan oleh Cristian Gonzales musim lalu di Persib Bandung tidak akan dibolehkan lagi.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Kompetisi level satu Liga Prima yang akan mulai bergulir pada Sabtu (15/10/2011) akan menerapkan beberapa aturan baru. Salah satunya menyangkut nomor punggung pemain setiap klub. Nantinya, tidak ada lagi nomor punggung aneh-aneh maupun istimewa seperti pada kompetisi yang lalu.
“Kami akan membatasi nomor punggung pemain dari 1 hingga 50. Pembatasan ini mengacu pada aturan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) tentang Principles for Registration of Player,” ungkap Hendriyana dari bidang kompetisi Liga Prima.
Menurut Hendri, pihaknya akan segera mengirim surat dan formulir kepada 24 klub peserta kompetisi Liga Prima level satu tentang pendaftaran pemain (berserta nomor punggungnya) yang akan ikut kompetisi mendatang.
Formulir itu berisi daftar yang harus diisi manajemen klub mulai dari nomor 1 hingga 50. Di situ manajemen klub harus mengisi nama pemain sesuai nomor punggungnya, dan nomor punggung tersebut tak boleh melebihi 50.
Sebelumnya, dalam kompetisi lalu, memang tidak ada pembatasan penggunaan nomor punggung, hingga ada beberapa pemain yang menggunakan nomor-nomor istimewa seperti 88, 99, 69, 55, dan lain-lain. “Untuk kompetisi mendatang, nomor-nomor seperti ini tidak dibolehkan lagi,” ujar Hendriyana seperti dikutip dari ligaprimer.co.id.
Khusus untuk nomor 1, harus digunakan oleh salah satu dari tiga penjaga gawang dalam sebuah klub. “Nomor punggung 1 tidak harus digunakan oleh penjaga gawang utama, tapi satu di antara tiga penjaga gawang di setiap klub harus menggunakan nomor ini,” Hendri menambahkan.
Menurut Hendri, setelah pendaftaran nomor punggung ini, pemain maupun klub tidak boleh mengubah-ubah nomor punggung lagi karena nomor tersebut akan melekat kepada pemain yang bersangkutan hingga kompetisi usai.
“Jadi tidak boleh ada pemain yang sekarang pakai nomor punggung 7, lalu kena kartu kuning, terus pada pertandingan berikutnya ganti pakai nomor punggung lain. Kalau pemain kena kartu kuning, maka kartu itu juga mengikuti nomor punggung yang dipakai pemain tersebut,” ujar Hendriyana.
“Kami akan membatasi nomor punggung pemain dari 1 hingga 50. Pembatasan ini mengacu pada aturan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) tentang Principles for Registration of Player,” ungkap Hendriyana dari bidang kompetisi Liga Prima.
Menurut Hendri, pihaknya akan segera mengirim surat dan formulir kepada 24 klub peserta kompetisi Liga Prima level satu tentang pendaftaran pemain (berserta nomor punggungnya) yang akan ikut kompetisi mendatang.
Formulir itu berisi daftar yang harus diisi manajemen klub mulai dari nomor 1 hingga 50. Di situ manajemen klub harus mengisi nama pemain sesuai nomor punggungnya, dan nomor punggung tersebut tak boleh melebihi 50.
Sebelumnya, dalam kompetisi lalu, memang tidak ada pembatasan penggunaan nomor punggung, hingga ada beberapa pemain yang menggunakan nomor-nomor istimewa seperti 88, 99, 69, 55, dan lain-lain. “Untuk kompetisi mendatang, nomor-nomor seperti ini tidak dibolehkan lagi,” ujar Hendriyana seperti dikutip dari ligaprimer.co.id.
Khusus untuk nomor 1, harus digunakan oleh salah satu dari tiga penjaga gawang dalam sebuah klub. “Nomor punggung 1 tidak harus digunakan oleh penjaga gawang utama, tapi satu di antara tiga penjaga gawang di setiap klub harus menggunakan nomor ini,” Hendri menambahkan.
Menurut Hendri, setelah pendaftaran nomor punggung ini, pemain maupun klub tidak boleh mengubah-ubah nomor punggung lagi karena nomor tersebut akan melekat kepada pemain yang bersangkutan hingga kompetisi usai.
“Jadi tidak boleh ada pemain yang sekarang pakai nomor punggung 7, lalu kena kartu kuning, terus pada pertandingan berikutnya ganti pakai nomor punggung lain. Kalau pemain kena kartu kuning, maka kartu itu juga mengikuti nomor punggung yang dipakai pemain tersebut,” ujar Hendriyana.