Konflik PSSI
Benhard: Persib Jangan Terlalu Mebesarkan Masalah
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bernhad Limbong, menyatakan pintu negosiasi tetap
Di samping itu, Bernhad mengimbau agar Persib tak perlu membawa persoalan ini ke ranah lainnya. Sebab, kata Bernhad, pihaknya merupakan lembaga yang bersifat terbuka untuk diajak bernegosiasi.
"Kami sebagai induk organisasi tidak memiliki apa-apa kecuali membuka pintu untuk siapa pun. PSSI milik segenap masyarakat Indonesia, termasuk Persib. Kami pun siap merangkul Persib kapan pun, " ujar Bernhad saat dihubungi Tribun melalui ponselnya, Rabu (14/12/2011) siang.
Bernhad mengatakan Persib memiliki waktu tiga hari untuk menyatakan banding atas sanksi yang telah dijatuhkan PSSI. Adapun pengajuan banding bisa disampaikan hingga tujuh hari pascakeputusan sanksi tersebut. Selain itu, Bernhad berharap Persib bisa berpikir jernih dalam menyelesaikan persoalan ini.
"Kalau ingin masalah ini selesai, mari duduk bersama, jangan berteriak di pinggir jalan seolah PSSI tidak memiliki jalan keluar. Persib janganlah terlalu membesarkan masalah ini," ujar Bernhad.
Selasa lalu, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan lima sanksi kepada Persib dan tujuh klub lainnya atas keikutsertaan mereka dalam Liga Super Indonesia (LSI). Persib dikenai denda sebesar Rp 1 miliar. Selain itu, harus mengembalikan dana kompensasi kepada PT LPIS, dilarang melakukan transfer pemain asing, pemain Persib tidak boleh main di tim nasional, dan degradasi ke divisi utama Liga Prima Indonesia.
Menurut Limbong, Persib bukanlah satu-satunya klub yang mendapat hukuman berat. Bernhad pun membantah adanya anggapan pihaknya telah melakukan tebang pilih dalam menjatuhkan sanksi kepada klub yang dianggap membangkang.
"Semua klub yang keluar dari kompetisi IPL akan tetap kami berikan hukuman yang setimpal. Tunggu saja perkembangannya," kata Bernhad.
Disebutkan Bernhad, pihaknya akan segera memberikan hukuman kepada beberapa klub yang mengikuti kompetisi LSI musim 2011/2012. Termasuk klub-klub yang berada di wilayah Papua yang masuk ke kompetisi di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia (PT LI).
"Paling lambat minggu depan kami akan memberikan hukuman, termasuk bagi Persipura yang sampai saat ini belum terkena sanksi. Tidaklah mudah membuat keputusan dan menjatuhkan sanksi. Karena pekerjaan PSSI bukan hanya seperti itu. Waktu kami habis hanya untuk berdebat tanpa berbuat," kata Bernhad.
Menurut dia, Persib di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) pantas mendapatkan hukuman yang berat. Sebab, Persib mengabaikan aturan dan ancaman yang telah diperingatkan PSSI setelah Persib memilih kompetisi di luar IPL. Lebih-lebih Persib pun telah mencicipi kompetisi yang dikelola oleh PT LPIS ketika melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, 15 Oktober 2011.
"Sanksi yang diberikan kepada Persib sudah sesuai dengan aturan. Kami sudah meminta Persib untuk mengikuti kompetisi yang benar, tetapi mereka tidak mau dan tidak menghiraukannya. PT LI itu memang benar ada sebagai sebuah lembaga, tetapi hak untuk menjadi penyelenggara kompetisi di Indonesia sudah kami tarik," ujar Bernhad.