Nikita: Bergerak Sedikit Aja, Ya Pasti Goyang
Dalam rentang waktu satu minggu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan dua teguran
Nikita Mirzani ditegur pada acara Kakek Kakek Narsis (KKN) yang tayang di Trans TV. Nikita dianggap mengeksploitasi organ tubuh atas tindakan menggoyang-goyangkan buah dada. Teguran dilayangkan KPI pada 9 Januari 2012, lalu.
Teguran itu dialamatkan untuk tayangan KKN pada episode 26 Desember 2011 silam, karena dinilai mengeksploitasi bagian dada dan paha seorang model bernama Nikita Mirzani. Terutama bagian dada yang dinilai vulgar lewat cara menggoyang-goyangkannya.
Adapun untuk kasus Julia Perez, KPI melayangkan peringatan tertulis bernomor 22/K/KPI/01/12 tertanggal 16 Januari 2012, terkait tayangan Tri Angels di stasiun televisi ANTV pada tanggal 28 Desember 2011 pukul 21.23 WIB yang menayangkan secara close up tubuh bagian dada Julia Perez, sebagai seorang host acara tersebut.
Atas teguran itu Jupe protes. Ia merasa telah menutup bagian dada lewat busana tertutup yang ia kenakan. Ia beranggapan dirinya tak melakukan eksploitasi bagian tubuh seperti yang dituangkan dalam teguran KPI. Pembelaan Jupe atas teguran KPI itu tertuang pada status akun twitter @juliaperrez.
"Jadi inti nya sekarang..udah tertutup dada nya..SALAH JUGA!!! Ngak tau deh KPI.. Maunya apa?.. Sekarang masalah nya karena JUPE DADA BeSAR," tulis pemilik akun tersebut.
Pun, Jupe juga berterima kasih atas teguran itu. Secara halus, ia meminta sang produser acara untuk lebih memperhatikan proses 'take' sebuah acara.
"Trimaksij KPI.emang kameranya yg nakal.TRT @TabloidBintang Giliran Dada Julia Perez Kena Tegur KPI http://bit.ly/xHkJ9H," tulis pemilik akun itu lagi.
Sama seperti Jupe, Nikita Mirzani juga menyiratkan protes atas teguran KPI. Ia juga beranggapan tak bermaksud mengekploitasi payudara yang ia miliki untuk diekspos secara 'nakal' ke publik. Ukuran besar payudara, kata Nikita, berkonsekuensi akan bergoyang meski hanya sedikit bergerak.
"Karena aku terlihat besar dadanya, jadi mungkin terkesan diekploitir. Padahal memang dadanya sudah gede. Bergerak sedikit aja, ya pasti goyang," ujarnya lewat sambungan telepon, Senin (16/1/2012) silam.
Keduanya mungkin tak bermaksud mengeksploitasi payudara mereka. Pun, KPI menilai apa yang tersaji secara luas lewat layar televisi atas penampilan dua artis tersebut cenderung 'tak patut'.
KPI juga menilai program yang menayangkan pembicaraan tentang seks tidak layak untuk program berklasifikasi R (remaja).
KPI Pusat memberikan peringatan tertulis untuk memberi kesempatan agar produsen acara segera melakukan perbaikan internal atas program. Selain itu juga meminta untuk tidak melakukan eksploitasi seksual secara berlebihan baik melalui gambar maupun isi pembicaraan. (*)