Hutan Adat Airabik Jangan Dijarah

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Bangka mendukung komitmen warga Dusun

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Bangka mendukung komitmen warga Dusun Airabik Desa Pejam Kecamatan Belinyu dalam menjaga hutan adat mereka, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setemapat.

Di sana sudah terbentuk komunitas adat sehingga hutan di daerah itu tidak boleh dijarah atau dijadikan perkebunan kelapa sawit.

"Saya menyadari masyarakat Airabik tidak mau memberi hutan mereka karena mereka ada komunitas adat yang sangat unik di daerah kita ini. Di mana mereka hidup dan secara sosialogis, serta antropoligis berada di hutan," ungkap anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka, Kurtis kepada bangkapos.com, di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Bangka, Jumat (20/1/2012).

Namun ia menyesalkan kebijakan Pemkab Bangka yang mengeluarkan izin prinsip di mana hutan di Dusun Airabik itu masuk menjadi wilayah pengembangan perkebunan sawit PT Gunung Pelawan Lestari (GPL).

Padahal, lanjutnya,  ada SK Menteri Sosial mengenai komunitas adat terpencil yang harus dijaga dan dilestarikan. "Saya minta kepada baik pihak perusahaan berhati-hati terhadap masyarakat  pemilik hutan adat, karena saya khawatir terjadi seperti kasus Mesuji," ujarnya.

Dia menambahkan, "Tolong masyarakat diberikan tempat ruang untuk eksistensi mereka sebagai komunitas itu. Jangan diambil tanah mereka untuk kebun sawit itu."

Penulis: nurhayati
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved