Omset Bengkel Udin Rp 19 Juta/Bulan
Jujur dan selalu memberikan pelayanan lebih kepada konsumen menjadi salah satu kiat
Penulis: khamelia | Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jujur dan selalu memberikan pelayanan lebih kepada konsumen menjadi salah satu kiat Rapiudin (43) untuk meraih kesuksesan dalam melakoni usahanya. Pemilik Bengkel Mobil Udin yang beralamat di Jalan Mitro, Simpang Tiga Nila Raya, Gabek Pangkalpinang ini membangun usahanya itu berawal dari nol di tahun 1999 lalu.
Meski begitu cukup banyak pemilik mobil yang mempercayakan keahlian Udin untuk memperbaiki kendaraan mereka. Perlahan namun pasti, akhirnya Udin pun tergerak untuk mencari modal dengan meminjam kredit PUKK dari PT Timah. Saat itu ia mendapat pinjaman Rp 20 juta yang dimanfaatkan untuk membeli peralatan bengkel.
Alhasil, berkat optimisme dan kerja keras, usaha bengkel Udin berjalan lancar, hal itu berimbas terhadap lancarnya pembayaran kredit setiap bulan ke PT Timah. Setelah kredit habis Udin pun berusaha mengembangkan usahanya menjadi lebih bagus lagi dengan meminjam kembali dana kredit.
"Alhamdulillah karena pembayaran per bulannya lancar, PT Timah memberikan kemudahan bagi saya untuk terus mengambil kredit lunak hingga tiga kali," kata Udin saat disambangi bangkpos.com, Rabu (22/2), di bengkelnya.
Ayah empat anak ini menuturkan, kredit yang ketiga ia peroleh sebesar Rp 100 juta, di mana uang tersebut dimanfaatkan untuk membeli lahan bengkel di Jalan Selindung Lama, sedangkan sisanya dibelikan peralatan bengkel dan memperbaharui mesin-mesin lama.
"Keinginan saya ke depannya untuk membangun sebuah bengkel yang layak untuk menyimpan kendaraan dan peralatan, karena saat ini bengkel masih ngontrak dengan kondisi yang seadanya. Sementara pelanggan saya semakin hari semakin banyak," tuturnya.
Setiap hari Udin bisa menerima lima unit mobil untuk diperbaiki. Dengan bantuan tiga orang mekanik yang sudah berpengalaman, Udin mengaku cukup kewalahan ketika mendapat order hingga lebih dari 10 unit mobil per hari. Jenis mobil yang ia terima sedan, kijang, angkutan kota (angkot) dan sebagian kecil mobil truk.
Meski sudah memiliki asisten terpercaya, namun Udin tetap turun tangan mengerjakan perbaikan mobil. Untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya, Udin selalu meng-upgrade keahliannya sebagai mekanik. Apalagi kata dia saat ini jenis-jenis mobil sudah canggih.
"Meng-upgrade diri itu penting, selain itu saya juga tetap menjaga kepercayaan konsumen dengan selalu memantau pengerjaan hingga tahap finishing," tutur Udin yang pernah mengikuti training mekanik beberapa bulan di Palembang.
Diakuinya, yang menjadi pelanggan tetap bengkelnya adalah para makelar mobil yang membawa mobil seken untuk diperbagus lagi. Di tangan tim mekanik Udin, pelanggan merasa puas. Apalagi Udin memberikan garansi servis kepada mereka. Soal biaya pun sangat fleksibel, karena Udin mematok harga yang relatif standar.
Suami dari Suryani ini bersyukur, dari usahanya ini setiap bulannya ia bisa meraup omset sebesar Rp 19 juta. Pendapatan tersebut selain untuk menggaji tiga karyawannya, juga dipergunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari dan disisipkan untuk menabung.
Udin berharap usahanya berjalan lancar dan ke depan rencananya untuk membuka bengkel yang refresentatif bisa teralisasi.