MUI Minta Masyarakat Jangan Sampai Syirik Karena Jenglot
Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) H Zaini Ruslan meminta masyarakat
Penulis: Iwan Satriawan |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua
majelis ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) H Zaini Ruslan meminta masyarakat untuk
tidak membesar-besarkan penemuan Jenglot di perairan pantai Payak ubi
Sukadamai Toboali.
Menurutnya, penemuan tersebut merupakan suatu keajaiban alam dan bagian dari kebesaran Allah SWT.
"Magic-magic itu ada, tapi jangan mengenyampingkan keyakinan kita.
Kita hanya percaya kepada Allah," kata H Zaini, kepada bangkapos.com, Selasa
(13/3/2012)
Ia menegaskan, jika masyarakat percaya benda itu dapat mendatangkan
kebaikan atau keburukan akan menjerumuskan diri pada dosa besar yaitu
Syirik.
"Percaya dan minta tolong serta menggantungkan selain kepada Allah tidak
boleh, itu syirik. Seperti minta kesehatan, keberuntungan itu semua
hanya kepada Allah semata," tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Bangka Selatan Nursyamsu mengatakan, masyarakat hendaknya jangan terlalu percaya hal-hal berbau mistis.
"Apalagi zaman sekarang sudah modern. Selain itu belum tentu juga
hal-hal mistis yang diungkapkan tersebut benar adanya,"
ucapnya.