Terasi Toboali Dipesan Belanda
Terasi Toboali sudah terkenal memiliki rasa yang khas. Sayangnya, terasi tersebut dalam pembuatannya masih
Penulis: Iwan Satriawan |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terasi Toboali sudah terkenal memiliki rasa yang khas. Sayangnya, terasi tersebut dalam pembuatannya masih bersifat musiman, yakni saat musim udang saja.
Demikian dikatakan, Meli salah seorang pembuat terasi di di Kampung Padang Toboali, kepada bangkapos.com, Rabu (14/3/2012).
"Di wilayah Toboali pembuatan
terasi dilakukan secara musiman pada saat musim udang, yaitu pada bulan 4
dan bulan 5," kata Meli.
Dijelaskannya, di luar bulan-bulan tersebut, para pembuat terasi hanya mengolah terasi
yang didatangkan dari Sungai Lumpur OKI untuk dijual kembali.
"Kalau kita tidak begini susah juga, karena pesanan terasi terus
berdatangan. Kalau sedang musim udang, terasi dari seberang tidak laku,"
jelasnya, Rabu (14/3/2012).
Ia mengungkapkan terasi yang didatangkan dari luar pulau tersebut
dijual Rp 30 ribu per kilo, sementara jika terasi yang mereka buat saat
musim udang harganya mencapai Rp 50 ribu per kilo, karena kualitasnya
bagus dan asli terasi udang.
"Terasi kita bahkan sampai di pesan untuk dikirim ke Belanda. Ada orang
yang pesan sampai puluhan kilo untuk anaknya di Belanda,"
pungkasnya.