Wanita Emas Tak Kapok "Nyalon" Gubernur

Meski sempat gagal dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini, Mischa Hasnaeni Moein atau yang akrab disebut "Wanita Emas"

Wanita Emas Tak Kapok
FACEBOOK
Hasnaeni Mischa Moein
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Meski sempat gagal dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini, Mischa Hasnaeni Moein atau yang akrab disebut "Wanita Emas" mengaku tak kapok dan siap mencalonkan diri lagi sebagai calon gubernur DKI Jakarta dalam Pemilukada tahun 2017.

Ia mengaku tak akan berhenti berjuang demi rakyat. "Kapok sih enggak. Namanya berjuang sama rakyat ada plus minusnya. Kalau Gubernur yang terpilih sekarang bisa sukses, buat apa mencalonkan diri lagi. Kalau belum, saya siap mencalonkan diri lagi," ungkap Hasnaeni, Rabu (18/4/2012), saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Hasnaeni yang gagal menjadi calon gubernur ini mendatangi Polda Metro Jaya terkait laporan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana kampanye Hasnaeni yang dilakukan 20 parpol koalisi DKI Jakarta.

Menurut Hasnaeni, dirinya percaya bahwa langkahnya melaju sebagai DKI 1 gagal akibat ulah parpol koalisi itu yang akhirnya mengalihkan dukungan ke Alex Noerdin-Nono Sampono dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Padahal, ia yakin sudah banyak warga yang mendukungnya.

"Saya tawarkan suatu konsep. Kalau saya pribadi, konsep perubahan yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang," tandasnya.

Gagalnya Hasnaeni menjadi calon gubernur ini berawal dari deklarasi Koalisi DKI Jakarta yang terdiri 25 partai politik untuk mendukung sang Wanita Emas maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Namun, dalam perjalanan, Hasnaeni tidak melihat upaya parpol-parpol itu memenangkan dirinya. Bahkan, surat rekomendasi yang diperlukannya untuk mencari parpol besar yang mau mendukungnya juga tidak diberikan partai-partai koalisi itu.

Hasnaeni juga mengaku sudah memberikan uang ratusan juta rupiah kepada parpol koalisinya namun uang itu diduga tak digunakan untuk upaya kampanye Wanita Emas.

Hasnaeni akhirnya mengetahui bahwa partai-partai itu rupanya mendukung kandidat lain yakni 20 partai mengalihkan dukungannya ke Alex Noerdin-Nono Sampono dan 2 partai lainnya mengalihkan dukungan ke Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Jumlahnya ratusan juta rupiah. Persisnya tanya penyidik, tak etis rasanya saya bongkar nilai. Itu dari kocek saya sendiri karena saya pengusaha tidak perlu menyusahkan orang lain," ujar Hasnaeni.

Alhasil, Hasnaeni memutuskan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, Panwaslu DKI Jakarta, dan KPUD DKI Jakarta. Laporan ke Mabes Polri sudah dilakukannya pada Jumat (23/3/2012) lalu sampai akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Ia mengadukan Ketua Koalisi Bambang, Sekretaris Jenderal Koalisi Chandra Halim, dan Humas Koalisi Syarif. Mereka dilaporkan dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Editor: tidakada015
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved