Pemilukada DKI Jakarta
Kaum Profesional Impikan Jokowi-Ahok
Profesional Jakarta mengaku sangat memimpikan pimpinan dan gubernur Jakarta yang tak sekadar ahli.
"Itulah Jokowi. Dia adalah pemimpin hebat dan pemimpin yang bekerja normal," ujar salah satu anggota Profesional Jakarta dalam acara Sarasehan Jakarta, Jakarta BaruL: Kenapa Harus Jokowi-Basuki di Jakarta, Minggu (22/4/2012).
Profesional Jakarta adalah kelompok yang lahir karena keprihatinan terhadap kondisi bangsa di akhir kepemimpinan Soeharto, atau tepatnya ketika krisis ekonomi tahun 98. Saat itu kaum profesional mensuport reformasi.
Kembalinya Profesional Muda kali ini tidak lain karena melihat Jokowi masuk sebagai satu dari enam calon gubernur Jakarta. Mereka kecewa terhadap incumbent Fauzi Bowo yang jauh panggang dari api.
"Oleh sebab itu Profesional Jakarta memutuskan menolak Fauzi Bowo karena kepemimpinannya yang birokratis dan gagal memecahkan problematika Jakarta," ujar Ketua Profesional Jakarta Bimo Nugroho.
Keberpihak Profesional Jakarta, terang Bimo, lantaran Jokowi berhasil mengubah wilayah yang dipimpinnya, yang semula semrawut dan tidak aman, menjadi wilayah yang tertata dan nyaman.