Ujian Nasional

Yusroni: Penilaian Kelulusan Siswa Lebih Fair

Bupati Bangka Yusroni Yazid mengatakan penilaian kelulusan siswa saat ini lebih fair dan transparan.

Yusroni: Penilaian Kelulusan Siswa Lebih Fair
bangkapos.com/deddy marjaya
Seorang guru pengawas memantau UN di SMPN I Sungailiat, Senin (23/4/2012).
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Bupati Bangka Yusroni Yazid mengatakan penilaian kelulusan siswa saat ini lebih fair dan transparan. Pasalnya kelulusan tidak hanya ditentukan oleh hasil ujian nasional (UN), saja melainkan ditambah hasil ujian sekolah sehingga peluang siswa untuk lulus lebih besar.

"Mudah-mudahan UN ini tidak terlalu menakutkan karena dibantu dari nilai-nilai sekolah. Tiap hari guru-guru juga memantau, saya pikir lebih fair, karena nilai di sekolah bagus, pada saat UN bisa saja ia tidak fit, kondisinya lemah akhirnya itulah yang menentukan kelulusannya. Padahal masa depan anak kan masih panjang," ungkap Yusroni saat memantau pelaksanaan UN di SMPN 1 Sungailiat, Senin (23/4/2012).

Yusroni mengatakan saat ia sekolah dulu penentuan kelulusan berdasarkan PQR yakni P untuk nilai ujian harian, Q nilai ujian sekolah dan R untuk UN.

"R itu ada bobotnya 2R dibagi 4atau 1,5 R dibagi 3,5. Jadi tergantug bobotnya ada PQR. Sistem sekarang ini lebih fairlah," jelas Yusroni.

Namun sekarang, kata Yusroni, peran guru sebagai pendidik ikut menentukan kelulusan siswa.

Yusroni menepis tudingan terjadinya kecurangan dalam UN karena ada lima paket soal yang berbeda. Dengan demikian peluang siswa untuk menyontek lebih kecil.

 Jangan siswa guru juga tidak tahu paket soal yang mana didapatkan siswanya. Misalnya satu kelas ada 20 orang jadi ada empat siswa yang dapat soal yang sama tetapi itu juga diacak. Jadi kalau teman sebelahnya percuma tidak sama," imbuh Yusroni.

Yusroni juga menyangsikan jika ada isu beredarnya kunci jawaban UN di sekolah-sekolah.

"Bohonglah kalau ada orang yang mengatakan sudah beredar kunci jawaban, darimana mereka dapat. Jangankan orang luar kita sebagai pelaksananya di sekolah tidak ada yang tahu. Soalnya kan diamankan oleh pihak kepolisian dan sebagainya yang memantaunya juga dari pihak kepolisian di sekolah minimal dua orang," kata Yusroni.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved