Pedagang Es Tebu Kesulitan Bahan Baku
Penjual es/air tebu kesulitan mendapatkan bahan baku tebu karena di Bangka tebu belum dijadikan perkebunan.
Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjual es/air tebu kesulitan mendapatkan bahan baku tebu karena di Bangka tebu belum dijadikan perkebunan. Tanaman tebu biasanya hanya ditanam masyarakat di pekarangan rumah. Padahal harga jual tebu ini cukup tinggi sehingga bisa menguntungkan.
"Untuk mendapatkan tebu suami saya sampai mencari ke Sungaiselan. Kami beli dari masyarakat yang nanam di rumah mereka. Biasanya kami beli perbatangnya untuk ukuran 3 meter sekitar Rp 3.000 hingga Rp 4.000/batang sedangkan ukuran lima meter bisa Rp 5.000/batang," kata Yanti penjual es/air tebu yang mangkal dekat SMKN 1 Pangkalpinang ditemui bangkapos.com, Sabtu (12/5/2012).
Yanti mengungkapkan di kampung halamannya, Jambi, batang tebu tidak sulit didapat karena banyak masyarakat berkebun tebu.
Yanti sehari-hari menghabiskan empat hingga lima batang tebu untuk dijadikan es/air tebu.
"Kalau tebu yang sudah dikupas kulit luarnya ini biasanya bertahan hanya tiga hari. Hari kedua kalau disimpan air tebunya tambah manis. Hari ketiga biasanya air tebu yang keluar lebih sedikit karena tebunya sudah mulai kering," jelas Yanti.
Menurutnya, minum air tebu bisa menyehatkan karena tidak mengandung bahan pengawet apapun dan tanpa ditambah gula karena air tebu memang sudah manis.
"Saya ini sakit maag biasanya kalau telat makan perut langsung sakit, tapi karena sering minum air tebu sekarang telat makan perut tidak sakit lagi," ungkap Yanti.
Air tebu murni juga sering digunakan untuk obat batuk.
"Tapi kalau untuk obat batuk biasanya tebu hitam. Minumnya tidak pakai es, tapi air tebu murni. Kalau segelas air tebu murni ini perbandingan dua gelas es tebu, makanya harganya lebih mahal," kata Yanti.