Pemilihan Gubernur DKI
Faisal: Bau Busuk Korupsi di Jakarta Menyengat
Faisal Basri, calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, menyoroti masalah transparansi pengelolaan anggaran di Pemprov DKI.
Faisal yang mendapat nomor urut lima pada Pilgub DKI Jakarta tahun ini menegaskan, korupsi yang dilakukan pejabat Pemprov DKI baunya sudah menyengat.
"Bukan rahasia umum, pejabat Pemda DKI berpergian keluar negeri. Ini wajib dibuka, karena dana yang digelontorkan cukup besar. Indikasi korupsinya sangat besar, bau busuknya sangat menyengat. Kalau tidak, Jakarta tidak seperti ini," ujar Faisal, saat menghadiri diskusi Keterbukaan Informasi Publik bersama Panwaslu dan KPU DKI, Selasa (22/5/2012).
Meski indikasi korupsinya sangat besar, lanjutnya, namun tidak ada satu pun anggota DPRD DKI yang masuk penjara. Begitu juga dengan Gubernur DKI, kata Faisal, yang tidak masuk penjara.
"Kalau gubernur punya niat baik, perintahkan Kadis Pendidikannya untuk membuka semua anggaran. Kalau dibuka semua, hancur, kelihatan semua boroknya. Anggaran Rp 10 triliun, tapi 2.500 sekolah masih ada yang rusak. Gaji guru masih ada yang Rp 500 ribu. Uangnya ke mana saja?" beber Faisal.
Faisal pun menyindir hal tersebut sebagai sebuah keistimewaan Jakarta. Menurutnya, walaupun pemimpinnya sudah kotor dan korup, tapi tetap tidak ada yang masuk penjara.
"Kalau pemimpinnya sudah kotor dan korup, semuanya menjadi kotor," cetusnya. (*)