Rabu, 10 Juni 2026

Pemilihan Gubernur DKI

KPUD Jakarta Terganggu Fitnah

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Jakarta, Jamaluddin Hasyim mengungkapkan, pihaknya merasa terganggu dengan isu

Tayang:
Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Jakarta, Jamaluddin Hasyim mengungkapkan, pihaknya merasa terganggu dengan isu yang tidak mendasar yang muncul beberapa waktu ini.

"Kami cukup terganggu dengan isu fitnah tak mendasar," ujar Jamalludin dalam diskusi publik yang digelar KIP DKI Jakarta di kantornya, Jalan Suryo Pranoto, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2012).

Jamaluddin mengatakan, isu yang tak mendasar itu adalah mengenai adanya Daftar Pemilih Sementara (DPS) fiktif sebesar 1,4 juta pemilih di seluruh DKI Jakarta.

Jamaluddin menjelaskan, lembaga yang dimaksudnya melakukan sampling mengenai DPS fiktif di sembilan kelurahan di Jakarta Barat saja. Namun, lanjutnya, sembilan kelurahan itu justru dipakai untuk patokan seluruh DKI Jakarta.

"Seharusnya mereka datang ke kami untuk membuktikan data-data itu kalau memang ada DPS fiktif di DKI Jakarta. Tapi sampai sekarang mereka tidak berani bertemu dengan kami," kata Jamaluddin.

Namun demikian, Jamaluddin mengaku pihaknya sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi banyaknya kritik dan kemarahan dari masyarakat. "Sebagai wasit, kami sudah siap mental," kata Jamaluddin.

Sebelumnya diberitakan, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan KPU DKI Jakarta sebesar 7.044.9991 pemilih yang berbeda dengan data yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jumlah warga DKI Jakarta yang berjumlah 5.644.991 berdasarkan data hasil e-KTP.

"Dalam perbedaan angka ini, ditemukan sekira 1,4 juta warga DKI Jakarta yang dapat dikatakan sebagai pemilih fiktif," ujar Dewan Pendiri Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I), Ahmad Nur, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (17/5/2012).

Ahmad mengatakan, mengenai perbedaan jumlah angka penduduk ini, pihaknya telah menginvestigasi sembilan kelurahan yang ada di Jakarta Barat. Yaitu Kelurahan Tanjung Duren Utara, Wijaya Kusuma, Krukut, Tangi, Duri Utara, Duri Kepah, Kebon Jeruk, dan Kapuk. Dari hasil investigasi ditemukan 104,170 pemilih fiktif dari rata-rata penduduk 523,083 warga di kesembilan kelurahan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved