Kamis, 11 Juni 2026

Mustika Hadi: Sepakbola Modern Itu Simpel

Bagi Mustika Hadi (42), tujuan menukangi sebuah tim bukan untuk membuat para pemainnya menjadi jago

Tayang:
Editor: suhendri
zoom-inlihat foto Mustika Hadi: Sepakbola Modern Itu Simpel
bangkapos.com/wahyu kurniawan
Mustika Hadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu Kurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bagi Mustika Hadi (42), tujuan menukangi sebuah tim bukan untuk membuat para pemainnya menjadi jago, melainkan membentuk para pemainnya menjadi pesepakbola pintar. Seorang pesepakbola yang pintar akan lebih mudah menerapkan sepakbola modern.

"Sepakbola modern itu simpel, modern football is sample football, bermain taktis dan efisien, tanpa banyak memainkan bola di kaki," kata pelatih berlisensi A dari Asociation Footbaal of Asia (AFC) ini kepada bangkapos.com, Jumat (25/5/2012).

Pelatih bertangan dingin ini sangat menjunjung tinggi kolektivitas tim. Visi membentuk tim yakni satu untuk sebelas, sebelas untuk satu. Untuk menerapkan visinya, pelatih kelahiran Desa Senyubuk, Kelapa Kampit ini lebih memilih gaya otoriter. Namun sesekali ia mencoba merapat secara personal untuk meningkatkan potensi yang ada pada pemainnya.

Ia mengatakan, sebagian besar pemain sepakbola Belitung memiliki persoalan pada tingkat intelegensia atau kecerdasan. Persoalan itu pun masih ditemui oleh Mustika hingga kini menukangi kelompok usia dini Persib Bandung. Prestasi belajar di sekolah terkait langsung dengan tingkat intelegensia pemain.

Menurut dia, pemain yang cerdas di sekolah akan lebih mudah dalam menganalisis hasil latihan. Kecerdasan menganalisis hasil latihan akan meningkatkan visi bermain seorang atlet.

"Kecerdasan bermain itu mengamati, membaca, dan memutuskan, sehingga pemain jadi lebih tanggap, nah membuat pemain jadi lebih tanggap ini yang sulit," jelasnya.

Ia melihat kebanyakan pemain Belitung masih banyak mengandalkan naluri dalam bermain. Alhasil para pelatih akan kesulitan untuk  menerapkan skenario bermain. Permainan sebuah tim dibentuk lewat rangkaian kerja unit dan kemudian dikonversi menjadi rangkaian kerja tim. Penerapan rangkaian kerja itu membutuhkan pemain yang cerdas dan memiliki visi bermain yang tinggi.

Prinsip-prinsip itu selalu dipegang oleh Mustika saat menukangi sebuah tim. Hasilnya bukan isapan jempol. Seabrek prestasi menjadikannya pelatih papan atas di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ia memulai karier kepelatihan pada 1999 dan mengantarkan Persib juara Haornas.

Tahun 2006, ia mengantarkan Persib U-18 menjuarai Piala Suratin dan di musim 2009-2010 membawa Persib U-21 menjuarai Liga Super. Tahun 2011 ia mempersembahkan medali emas cabang sepakbola bagi Kota Bandung di ajang Porprov Jabar dan kini ia ditunjuk untuk menukangi kesebelasan Jabar pada PON 2012 di Jabar.

Jauh sebelumnya Mustika hanyalah anak kampung biasa di Desa Senyubuk Kelapa Kampit. Di usia 15 tahun ia meninggalkan Belitung untuk mengikuti diklat pelajar PSSI selama empat tahun dan sempat masuk Timnas Pelajar Indonesia tahun 1989. Tahun 1990 ia menjadi sayap kiri andalan Pusri dan setahun kemudian hijrah ke Persib Bandung.

Kala itu Mustika adalah satu-satunya pemain luar daerah yang berada di skuad Persib. Ia bermain satu lapangan dengan pemain-pemain legendaris seperti Ajat Sudrajat dan Robby Darwis. Kini ia menetap bersama istri dan anaknya di Kota Bandung. Selain bekerja di PDAM Kota Bandung, Mustik juga tercatat sebagai Direktur Teknik PT Persib Bandung Bermartabat.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved