Pemilihan Gubernur DKI
Relawan Alex-Nono Terima Gaji Rp 250 Ribu
Ratusan orang yang tergabung sebagai relawan Nusa Satu terlihat mengantre gaji di Rumah Kerja Tiga Tahun Bisa
Menurut Muhammad Sulhi, Media Relation Tim Pemenangan Alex Noerdin-Nono Sampono, pembagian ini sudah berlangsung sekitar dua minggu, di rumah bercat putih yang menjadi markas Alex-Nono, rencananya berakhir sampai tanggal 18 Juni 2012.
"Nusa Satu merupakan relawan yang direkrut dan diberi pelatihan untuk mencari Nusa Dua (relawan baru)," kata Muhammad Sulhi saat ditemui di Rumah Kerja Tiga Tahun Bisa Alex Noerdin-Nono Sampono, Jalan Penataran Jakarta Pusat, Selasa (12/06/2012).
Menurut Muhammad Sulhi, pembagian gaji ini bukan merupakan kegiatan money politics, karena relawan Nusa Satu merupakan bagian dari sistem pemenangan Alex-Nono.
"Kita tidak membagikan uang kepada orang yang tidak dikenal, namun mereka (Nusa Satu) ialah relawan yang sudah di-training, mereka merupakan part of the system," lanjutnya.
Muhammad Sulhi menambahkan relawan Nusa Satu ini setelah training akan mendapat asuransi jiwa. "Relawan Nusa Satu yang telah menjalani training, akan mendapatkan asuransi, bahkan untuk yang meninggal mendapatkan Rp 2 juta," papar Muhammad Sulhi.
Muhammad Sulhi melanjutkan, relawan Nusa Satu ini tidak menutup kemungkinan menjadi saksi untuk di TPS saat hari pencoblosan tiba tanggal 11 Juli nanti. Namun perekrutan saksi juga bisa melibatkan orang dari luar yang juga nanti akan diberi pelatihan khusus.
Relawan yang sudah direkrut Nusa Satu berjumlah ± 32 ribu relawan, yang sudah membawa Nusa Dua sebanyak ± 920 ribu.
Muhammad Sulhi melanjutkan, perekrutan relawan ini mirip dengan model MLM. "Jadi relawan Nusa Satu akan merekrut beberapa orang yang nantinya disebut Nusa Dua. Ya mirip dengan model MLM," imbuhnya
Relawan Nusa Satu ini mendapat training singkat tentang program Alex-Nono. Karena relawan yang sudah melakukan perekrutan tersebut, misalkan keluarganya, teman, komunitas, atas kinerja tersebut maka diberika gaji sebesar Rp 250 ribu.
"Sekali lagi, ini bukan money politic, seperti berita yang pernah dialami Hendardji bagi-bagi beras kepada orang yang tidak dikenal, ini berbeda," tegasnya.