Rabu, 15 April 2026

Kepirihatinan Dorong Lahirnya Yayasan Rumah Duka

Berawal dari keprihatinan terhadap masyarakat kurang mampu yang tidak

Penulis: nurhayati |
zoom-inlihat foto Kepirihatinan Dorong Lahirnya Yayasan Rumah Duka
bangkapos.com/nurhayati
Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial Pangkalpinang.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKAPOS--
Berawal dari keprihatinan terhadap masyarakat kurang mampu yang tidak mempunyai dana  untuk menguburkan anggota keluarganya yang meninggal, Suryanto Hermawan, mendirikan Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial.

Ide mendirikan yayasan amal ini juga karena sejak tahun 1976 ia telah mengabdikan diri melayani penguburan orang yang meninggal.

"Kami dari kecil sudah melayani orang yang meninggal ini. Kita bikin satu sejarah untuk keturunan orang Tionghoa supaya orang miskin yang meninggal tidak susah, bikin surat itu, surat ini untuk penguburannya," jelas Suryanto, Selasa (19/6/2012) di Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial Pangkalpinang.

Ia sendiri mengikuti jejak ayahnya berkecimpung melayani penguburan orang yang telah meninggal karena dulu ayahnya juga bekerja  mengurus jenazah. 

"Gedung rumah duka ini dibangun mulai tahun 2010. Luas gedungnya 21x40 meter persegi. Setelah kita rancang, kita bikin sempat kekurangan dana. Kemudian ada bantuan dari tokoh-tokoh masyarakat yang membantu. Kami pun banyak terima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat yang peduli mendirikan Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial ini," ungkap Suryanto.

Pelayanan yang diberikan Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial ini antara lain, persemayaman, peti mati, pemandian serta rias jenazah. Di rumah duka ini juga sudah disediakan toko perlengkapan sembahyang umat Konghucu dan Budha untuk memudahkan masyarakat.

"Di rumah duka ini disediakan kamar pemandian jenazah, kamar penyimpanan jenazah ada empat, kamar perawatan jenazah. Di sini yang dilayani bukan untuk warga Tionghoa saja tetapi juga untuk umat Kristen, Khatolik," kata Suryanto.

Uniknya rumah duka ini tidak menerapkan pembayaran, namun masyarakat yang dilayani dipersilakan memberi sesuai kemampuannya ke dalam kotak amal yang telah disediakan. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu tidak dipungut bayaran.

"Untuk pembakaran jenazah kita sekarang belum ada lahan. Semua kita bisa. Nanti kalau ada lahan kita jalankan," ungkap Suryanto.
Untuk melayani masyarakat menurutnya Yayasan Rumah Duka Bhakti Sosial ini buka selama 24 jam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved