Pemilihan Gubernur DKI
Rumah Suryadi Dilempar Bom Molotov
Tak putus dirundung teror. Itulah yang dialami timses maupun relawan pasangan Hidayat-Didik. Setelah beberapa waktu lalu diancam
Bom molotov mengenai bagian belakang mobil Suryadi, yang diparkir di dalam pagar rumah. Akibatnya bagian belakang mobil, terutama cover ban serep rusak meleleh akibat terbakar bom molotov tersebut. Beruntung sejumlah warga mengetahui kejadian itu dan segera memadamkan api yang membakar bagian belakang mobil Suryadi, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Menurut keterangan Suryadi, dia tidak tahu pasti siapa pelaku teror tersebut.
"Pelaku dua orang dan mengendarai sepeda motor. Usai melempar bom pelaku melarikan diri dengan sepeda motor," katanya dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis (21/6/2012).
Bom molotov sendiri dibuat dari bensin yang dimasukkan ke dalam botol bekas air minum kemasan ukuran 500 ml dengan penyumbat kain. Hari ini Suryadi akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat. Dia menyerahkan pengusutan siapa pelaku pelemparan bom molotov itu kepada aparat yang berwenang.
Dia berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku teror. Sebab apa pun motifnya hal itu sangat membahayakan keamanan.
Suryadi sendiri dikenal sebagai ustadz di wilayah tempat tinggalnya. Dia sangat aktif mensosialisasikan pasangan Hidayat-Didik kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Bahkan belum lama berselang ia menyelenggarakan acara sosialisasi yang menghadirkan sekitar seribu orang di daerah itu dengan mendatangkan calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid.