Bruno Meninggal Akibat Radang Selaput Otak
Legiun Brasil yang merumput di Indonesia, Bruno Zandonadi, meninggal dunia di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Usada Insani
"Bruno sudah lama mengeluh kepalanya sakit, namun dibiarkan saja dan tidak dibawa ke dokter. Senin kemarin dia masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan dan baru ketahuan penyakitnya. Kata dokter dia menderita radang selaput otak," ujar salah seorang teman Bruno Zanonandi, Christian Carrasco, di RS Usada Insani, Tangerang, Banten pada Sabtu (13/10/2012).
Menurut Carrasco, kondisi rekannya yang pernah merumput di klub Persikota Tangerang itu semakin menurun dan akhirnya dimasukkan ke ruang ICU pada hari Rabu. "Hari Kamis kondisi Bruno menurun dan pernapasannya dibantu oleh alat bantu napas. Kondisinya tidak kunjung membaik, sampai akhirnya meninggal dunia pada Sabtu pagi," tuturnya.
Bruno Zandonadi meninggalkan seorang istri, Annisa Sanjaya dan seorang putri Isabel Nazwa Zandonadi. Bruno mulai karier sepakbola di Indonesia sejak tahun 2004 membela Petrokimia.
Penyerang haus gol itu pernah memperkuat Persita Tangerang, Persikota, Persiba Balikpapan, dan PSIS Semarang. Dia terakhir kali membela klub Persikota Tangerang di musim 2010-2011. Di musim lalu dia tidak membela klub manapun.
Bruno Zandonadi dimakamkan di Selapajang, Cisoka, Tangerang. Sebelum dimakamkan dia disemayamkan di rumah duka, Boen Tek Bio, Tangerang. Legiun asing asal Amerika Latin di antaranya, Christian Carrasco dan Adolfo Sousa turut mengantarkan jenazah ke tempat dikebumikan