Kamis, 14 Mei 2026

Tirta Tapta Diterpa Isu Buaya Mangsa Balita

Manajemen Tirta Tapta Hot Spring & Spa membantah isu yang beredar

Tayang:
Penulis: nurhayati |
zoom-inlihat foto Tirta Tapta Diterpa Isu Buaya Mangsa Balita
*/TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--
Manajemen Tirta Tapta Hot Spring & Spa membantah isu yang beredar ada anak balita yang dimakan buaya peliharaan pemandian air panas ini.

Secara tegas Manager Operasional Tirta Tapta Hot Spring & Spa Andry Hermansyah menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar.

Diakuinya isu tersebut sengaja disebarkan orang-orang yang tak bertanggung untuk menjatuhkan tempat hiburan keluarga yang banyak dikunjungi masyarakat baik di daerah maupun luar daerah ini..

"Itu hanya gosip, tidak benar terjadi yang disebarkan orang-orang yang tak bertanggung jawab. Saya tidak tahu juga kepentingan mereka apa?" sesal Andry kepada bangkapos.com,  Kamis (1/11/2012).

Sebelumnya wahana hiburan keluarga ini juga diterpa beberapa isu tak sedap dimana ini merupakan isu yang ketiga kalinya

Untuk itu, Andry  sudah menghubungi Polsek Pemali untuk menyelidiki mengenai beredarnya isu anak balita dimakan buaya yang orang tuanya masuk rumah sakit jiwa. Namun pihak manajemen Tirta Tapta sendiri tidak mengetahui siapa yang menyebarkan isu tersebut.

"Kalau ada dari media media mana, serta dari siapa? Hanya katanya, katanya tidak jelas darimana. Kejadian itu tidak ada, kami pastikan itu tidak terjadi di Tirta Tapta," tegas Andry.

Ia mengatakan beberapa pengunjung  pernah menanyakan kepada karyawan atau manajemen Tirta Tipta dan jawabannya kejadian tersebut tidak benar karena hanya isu semata.

Menurut Andry, pihak manajemen Tirta Tapta bertanggung jawab terhadap keselamatan semua pengunjung. Apalagi khusus untuk kandang buaya yang dihuni sebanyak 11 ekor buaya selalu ada petugas yang menjaga dipintu masuk sehingga jika ada kejadian apapun petugas jaga di kandang buaya tersebut bertanggung jawab.

Selain itu untuk keselamatan pengunjung Andry mengatakan ada pagar khusus setinggi 2,5 meter sehingga keselamatan pengunjung terjaga.

"Kami menjaga keamanan pengunjung baik dari bahaya satwa dan lainnya tapi kami pastikan isu yang beredar luas di masyarakat itu hanya isu mengenai anak kecil yang dimakan buaya dan orang tuanya masuk rumah sakit," tegas Andy kembali.

Beredarnya isu ini diakuinya sudah sejak sebulan lalu, sehingga mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke Tirta Tapta.

"Sampai pagi tadi dari dinas pariwisata juga nelpon, dari polsek pemali juga. Kalau kita melaporkan dari beritanya dari mana kan dari mulut ke mulut, kita melaporkan sesuatukan harus ada faktanya," jelas Andry.

Sedangkan untuk crocodile feading show, lanjutnya tetap dilaksanakan manajemen Tirta Tapta. Acara pemberian buaya makan dihadapan pengunjung Tirta Tapta ini biasanya digelar setiap hari minggu atau pada tanggal merah.

"Kalau terjadi seperti itu (ada anak yang diterkam buaya-red) pasti banyak saksi mata. Seandainya benar pasti orang tua korban, tetangga atau siapa pun yang tahu akan melapor kepada pihak yang berwajib. Tidak mungkin keluarga korban diam saja pasti melapor ke kepolisian. Jadi isu itu tidak benar," kata Andry.

Ia berharap dengan adanya klarifikasi langsung dari pihak Manajemen Tirta Tapta ini masyarakat tidak perlu ragu datang ke Tirta Tapta karena aman dan bisa memperbaiki citra Tirta Tapta sebagai wahana hiburan keluarga yang membuat pengunjung betah dan nyaman berada di Tirta Tapta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved