Tirta Tapta Diterpa Isu Buaya Mangsa Balita
Manajemen Tirta Tapta Hot Spring & Spa membantah isu yang beredar
Penulis: nurhayati |
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Manajemen Tirta Tapta Hot Spring & Spa membantah isu yang beredar ada anak balita yang dimakan buaya peliharaan pemandian air panas ini.
Diakuinya isu tersebut sengaja disebarkan orang-orang yang tak
bertanggung untuk menjatuhkan tempat hiburan keluarga yang banyak
dikunjungi masyarakat baik di daerah maupun luar daerah ini..
"Itu hanya gosip, tidak benar terjadi yang disebarkan orang-orang yang
tak bertanggung jawab. Saya tidak tahu juga kepentingan mereka apa?"
sesal Andry kepada bangkapos.com, Kamis (1/11/2012).
Sebelumnya wahana hiburan keluarga ini juga diterpa beberapa isu tak sedap dimana ini merupakan isu yang ketiga kalinya
Untuk itu, Andry sudah menghubungi Polsek Pemali untuk menyelidiki
mengenai beredarnya isu anak balita dimakan buaya yang orang tuanya
masuk rumah sakit jiwa. Namun pihak manajemen Tirta Tapta sendiri tidak
mengetahui siapa yang menyebarkan isu tersebut.
"Kalau ada dari media media mana, serta dari
siapa? Hanya katanya, katanya tidak jelas darimana. Kejadian itu tidak
ada, kami pastikan itu tidak terjadi di Tirta Tapta," tegas Andry.
Ia mengatakan beberapa pengunjung pernah menanyakan kepada karyawan
atau manajemen Tirta Tipta dan jawabannya kejadian tersebut tidak benar
karena hanya isu semata.
Menurut Andry, pihak manajemen Tirta Tapta bertanggung jawab terhadap
keselamatan semua pengunjung. Apalagi khusus untuk kandang buaya yang
dihuni sebanyak 11 ekor buaya selalu ada petugas yang menjaga dipintu
masuk sehingga jika ada kejadian apapun petugas jaga di kandang buaya
tersebut bertanggung jawab.
Selain itu untuk keselamatan pengunjung Andry mengatakan ada pagar
khusus setinggi 2,5 meter sehingga keselamatan pengunjung terjaga.
"Kami menjaga keamanan pengunjung baik dari bahaya satwa dan lainnya
tapi kami pastikan isu yang beredar luas di masyarakat itu hanya isu
mengenai anak kecil yang dimakan buaya dan orang tuanya masuk rumah
sakit," tegas Andy kembali.
Beredarnya isu ini diakuinya sudah sejak sebulan lalu, sehingga
mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke Tirta Tapta.
"Sampai pagi
tadi dari dinas pariwisata juga nelpon, dari polsek pemali juga. Kalau
kita melaporkan dari beritanya dari mana kan dari mulut ke mulut, kita
melaporkan sesuatukan harus ada faktanya," jelas Andry.
Sedangkan untuk crocodile feading show, lanjutnya tetap dilaksanakan
manajemen Tirta Tapta. Acara pemberian buaya makan dihadapan pengunjung
Tirta Tapta ini biasanya digelar setiap hari minggu atau pada tanggal
merah.
"Kalau terjadi seperti itu (ada anak yang diterkam buaya-red)
pasti banyak saksi mata. Seandainya benar pasti orang tua korban,
tetangga atau siapa pun yang tahu akan melapor kepada pihak yang
berwajib. Tidak mungkin keluarga korban diam saja pasti melapor ke
kepolisian. Jadi isu itu tidak benar," kata Andry.
Ia berharap dengan adanya klarifikasi langsung dari pihak Manajemen
Tirta Tapta ini masyarakat tidak perlu ragu datang ke Tirta Tapta karena
aman dan bisa memperbaiki citra Tirta Tapta sebagai wahana hiburan
keluarga yang membuat pengunjung betah dan nyaman berada di Tirta Tapta.