Dualisme Klub Bawa Persija Krisis
Manajemen klub Persija Jakarta mengakui bahwa permasalahan krisis
BANGKAPOS.COM, JAKARTA –Manajemen klub Persija Jakarta mengakui bahwa permasalahan krisis finansial yang saat ini dialami oleh klub berawal dari dualisme yang terjadi di sepakbola Indonesia.
Akibat hal ini klub berjuluk Macan Kemayoran itu memiliki utang sebesar Rp 3,7 miliar.
Ketua Umum Persija Jakarta, Fery Paulus mengatakan, akibat dari adanya dualisme yang terjadi membuat sponsor tidak mau membiayai klub Persija Jakarta. Ini salah satu alasan mengapa klub Persija mengalami krisis finansial.
“Sebenarnya kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa sponsor, tetapi mereka tidak mencapai kata sepakat karena dualisme yang terjadi di sepakbola Indonesia,”tuturnya ditemui di Kantor Persija Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Untuk mengatasi krisis finansial, manajemen klub sangat mengharapkan pemasukan dari penjualan tiket masuk stadion dan penjualan marchandise klub Persija Jakarta. Namun tentu saja dana tersebut tidak cukup tanpa ada sponsor yang membiayai kegiatan operasional klub.
“Tetapi masih saja tidak memadai sebab kami hanya menerima dana selama setahun sebesar 4,2 miliar. Sementara biaya pengeluaran sebesar 8 miliar. Jadi kami memiliki utang sekitar 3,7 miliar,”katanya.
Sampai saat ini beberapa sponsor yang sudah menjalin kerjasama dengan klub Persja Jakarta di antaranya minuman energi Kuku Bima TL, Honda, dan League.