'Rebek Timbok' Menjaga Tekstur Tanah Tetap Gembur dan Berhumus
Tidak ditemukan catatan akurat sejak kapan dan bagaimana proses sehingga petani tempo dulu dapat mengenal pengolahan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tidak ditemukan catatan akurat sejak kapan dan bagaimana proses sehingga petani tempo dulu dapat mengenal pengolahan dan perawatan kebun lada dengan sitem 'rebek timbok'.
"Bagaimana mereka mengetahui dan mempelajarinya, saya tidak tahu. Bisa saja mungkin mereka lakukan itu berdasarkan pengalaman atau coba-coba," ujar Abdurrahman, petani lada Desa Petaling, Sabtu (5/1/2013).
Namun, menurut Abdurrahman sistem rebek timbok terbukti efektif dalam hal meningkatkan hasil panen.
"Saya sudah pernah melihat langsung hasilnya suatu ketika menantu saya mengolah kebun lada dengan sistem rebek timbok. Jumlah pohon lada yang ditanam hanya 223 batang, pas memasuki panen hasilnya 1 ton," ungkapnya.
Sistem rebek timbok (mulsa), yang jelas bermanfaat untuk menjaga tekstur tanah agar tetap lembab, gembur dan berhumus.
Dengan cara memberikan tanah urukan dan kemudian menutupnya dengan dedaunan akan membuat tanah selalu gembur, sementara dedaunan hijau jika membusuk tentu akan menghasilkan humus. Yakni pupuk (organik) yang berkhasiat dan didapat dengan cara mudah, murah, dan efektif.
Betapa pintarnya petani kita tempo dulu kendati mereka tak pernah mengenal teknologi pertanian yang kini berkembang pesat...!