Wungubelen Minta Maaf Soal Kursi Anggota Dewan yang Dikeluarkan
Wakil Ketua DPRD Flotim, Theodorus M Wungubelen, kepada wartawan menyampaikan permohonan maaf kepada para
"Saya sadar apa yang saya lakukan adalah bertentangan dengan tata tertib dan untuk itu saya mohon maaf. Tapi semua ini karena sebagai pimpinan rapat saya tidak menemukan cara lain lagi. Dan, karena situasi ini sudah sering kali terjadi, maka sikap ini saya ambi," kata Wungubelen.
Menurut Wungubelen, sidang molor sudah sering terjadi dan sulit untuk diubah. Bahkan, molornya sidang sering menjadi konsumsi publik, karena itu langkah yang agak ekstrem diambil walaupun tidak diterima banyak pihak.
"Saya sadar bahwa untuk mengubah situasi ini ada sikap yang harus diambil yang tidak bisa diterima banyak orang. Dan, untuk itu saya siap menjadi korban atas apa yang saya lakukan. Dan, kesadaran untuk menjadi korban ini semoga bisa menormalkan kembali kehadiran semua situasi persidangan dewan yang sudah kurang baik selama ini. Sebagai pimpinan rapat terkadang kami harus tetap memimpin rapat walaupun banyak kursi kosong, dan ini menjadi beban tersendiri kami terhadap pemerintah," kata Wungubelen.
Sementara itu, sejumlah staf di lingkup DPRD Flotim dan Pemkab Flotim merasa senang dengan sikap yang diambil Wakil Ketua DPRD Flotim. "Walau kelihatan agak kasar tapi kami merasa itu pantas dilakukan. Selama ini sidang selalu molor karena banyak anggota DPRD yang datang terlambat, kadang dipanggil berkali-kali baru datang. Banyak yang urus kepentingan pribadi daripada kepentingan DPRD. Memang kalau dibiarkan sangat sulit," kata para staf pemerintahan Kabupaten Flotim yang enggan menyebutkan namanya.
Seorang anggota DPRD Flotim, Hendrikus Belang Koten mengakui dirinya tidak hadir sidang karena sedang mengikuti pelantikan kepala desa di daerah pemilihannya. "Saya juga tokoh masyarakat di desa itu, karena itu saya diundang untuk menghadiri acara pelantikan kepala desa," katanya.
Sementara anggota DPRD yang kursinya dikeluarkan karena belum hadir, antara lain Polikarpus K Blolon, Mathias Werong Enay, Michael MOF Lewai, ST, Frans L Sirakawe dan sejumlah anggota DPRD yang lain.