Sabtu, 6 Juni 2026

150 Penari Tampilkan Delapan Tarian

Gelaran budaya Mangkunegaran Performing Art (MPA) kembali

Tayang:

BANGKAPOS.COM  SOLO,  – Gelaran budaya Mangkunegaran Performing Art (MPA) kembali digelar tahun ini, Sabtu hingga Jumat hingga Sabtu (10-11/5), besok. Dalam festival tari itu, sekitar 150 an penari akan tampil menarikan delapan tarian asli karya dari Pura Mangkunegaran.

Setiap hari, para pengunjung bisa menikmati empat buah tarian di joglo Mangkunegaran tanpa harus merogoh kocek alias gratis. Hari pertama, tarian yang ditampilkan adalah  tari Golek Sukoreno, tari Kupu-Kupu, tari Sobrak, dan opera Timun Mas.

Sementara pada hari kedua ditampilkan tari Bedhaya Bedhah Madiun, tari Harjuna Newata Kawaca, tari Mandrarini, dan fragment tari Topeng Panji Sekartaji. “Ada sekitar 150-an penari yang akan ikut terlibat. Tari-tarian itu adalah asli karya dari Mangkunegaran yang jarang ditampilkan bagi umum,” kata Supriyanto, panitia MPA, Rabu (8/5) siang di Mangkunegaran.

Para penari yang tampil berasal dari para peserta didik di sanggar tari Suryo Sumirat dan Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), serta penari profesional. Menurut Supriyanto, tari itu merupakan karya dari Mangkunegara II, Mangkunegara IV, dan Mangkunegara VII. Tari paling tua yang ditampilkan kepada masyarakat adalah tari Mandrarini yang karya Mangkunegara IV. “Ada juga tari-tarian kreasi terbaru,” katanya.

Esti Andrini, Humas sanggar tari Suryo Sumirat menambahkan, ada tari yang dipersembahkan khusus bagi GPH Herwasto Kusumo (Gusti Heru) yang semasa hidupnya aktif di MPA. Gusti Heru merupakan pendiri Suryo Sumirat yang meninggal akhir Juli 2012 lalu. “Kita menampilkan tari Sobrak sebagi bentuk penghoramayan. Tari itu adalah karya terakhir Gusti Heru sebelum meninggal,” katanya.

Penampilan lain yang cukup spesial adalah operas Timun Mas. Cerita rakyat berupa kisah Buto Ijo yang akan memangsa Putri Timun Mas itu akan dimainkan oleh para bocah dari sanggar Suryo Sumirat. Kemarin, dua tokoh utama yakni Buto Ijo dan Timun Mas ditampilkan lengkap mengenakan kostum. “Persiapan sudah matang, tinggal tampil saja,” kata Esti lagi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Solo, Widdi Srihanto mengatakan, gelaran MPA tersebut adalah event budaya tahunan yang didanai menggunakan APBD. MPA merupakan bentuk dukungan Pemkot kepada Mangkunegaran agar berbagai kebudayaan terutama tari tetap lestari. “Dananya memang tak seberapa. Tapi yang penting bisa berlangsung meriah dan dinikmati masyarakat gratis,” katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved