Breaking News:

Akek Antak dan Islamisasi di Pulau Bangka

Syekh Abdul Rasheed atau Akek Antak mempunyai hubungan emosional dengan kewalian Turki.

Penulis: Alza Munzi | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Syekh Abdul Rasheed atau Akek Antak meski berasal dari tanah Arab yaitu Hadhramaut, Yaman namun mempunyai hubungan emosional dengan kewalian Turki.

Dinasti para Syarif lah yang menunjukkan gelar Akek Antak dari garis Alawiyyin yang tersambung ke Nabi Muhammad SAW.

Banyak juga berkembang di Turki dan bisa jadi Akek Antak pernah tinggal di Turki lalu hijrah ke Aceh, Cirebon lalu Bangka.

Begitulah secuil penggalan buku karya Teungku Sayyid Deqy, pria kelahiran Belinyu Kabupaten Bangka. Dia meneliti, menyusun, merangkai 'tali temali' tentang penyebaran agama Islam di Pulau Bangka.

Sosok pria ini sangat menginspirasi, untuk mengetahui sejarah perkembangan Islam di Pulau Bangka. Meski bukan sarjana arkeolog, dia memahami soal batu-batuan peninggalan ulama penyebar Islam di Bangka.

Dia juga ingin membongkar pikiran masyarakat bahwa Akek Antak bukan sosok yang dikaitkan dengan mistis, perdukunan apalagi tahayul.

Ya, Akek Antak pernah hidup di Pulau Bangka, sekitar 400 tahun setelah masa Nabi Muhammad SAW. Bahkan, Deqy berhasil menemukan bekas telapak kaki yang diyakini milik Akek Antak di Belinyu.

Untuk mengetahui cerita Deqy lainnya, simak edisi cetak, Minggu (16/6/2013).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved