Breaking News:

Opini

Ayo Pastikan Kabupaten Bangka Utara Terbentuk 2016/2017

KAWASAN Bangka Utara merupakan salah satu daerah yang potensial dan sangat strategis ditinjau dari segi

Ayo Pastikan Kabupaten Bangka Utara Terbentuk 2016/2017
Net
Peta Pulau Bangka

Oleh  Heru Kailani, S.Si, M.Pd
Koordinator  Forum Masyarakat Bangka Utara (FMBU)

KAWASAN Bangka Utara merupakan salah satu daerah yang potensial dan sangat strategis ditinjau dari segi geografisnya dan potensi daerah, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan nasional dan pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi derah atau sumber daya alam tersebut diantaranya pelabuhan Tanjung Gudang, Mantung,
pertambangan, industri, parawisata, perkebunan, perikanan dan keluatan sebagai pendapatan asli daerah (PAD). Penulis juga mendapat informasi bahwa di perairan kawasan Bangka Utara selain kaya akan sumber daya alammnya (biota laut dan timah), ternyata juga memiliki sumber minyak mentah (perlu penelitian lebih lanjut) yang dapat dijadikan
aset untuk menopang keuangan daerah di masa yang akan datang.

Penulis mencoba mengestimasikan potensi daerah di kawasan Bangka Utara yang dapat dijadikan sebagai sumber keuangan daerah atau pendapatan asli daerah (PAD) antara lain pengembangan perkebunan rakyat, pengembangan industri pengolahan, pengembangan industri parawisata, pertambangan non timah, pengembangan, kuliner, pelabuhan Tanjung Gudang yang dapat dikelola/dikembangkan menjadi pelabuhan intenasional, pusat industry dan jasa maritime kawasan barat Indoensia, pelabuhan container standar internasional, maintenance kapal tanker,  Mantung yang didukung arus pasang surut, yang dulunya menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di asia, apabila dikelola/dikembangkan bukan hal mustahil kawasan Bangka Utara akan terang benderang, bukan seperti kondisi saat ini dimana masih banyak desa/kampung terkendala listrik, serta adanya  isu-isu negatif,  ketidakseimbangan  pembangunan,  pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan perekonomian yang merupakan persoalan memerlukan jalan keluar (way out).Berdasarkan realita tersebut dan faktor-faktor yang mendukung lainnya, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah selayaknya Belinyu dan Riau Silip menjadi Kabupaten otonom yaitu Kabupaten Bangka Utara, hal ini juga sejalan dengan semangat Otonomi Daerah yang terkandung dalam Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.

Dukungan Bangka Utara

Pada bulan Maret-April 2013 yang lalu penulis melakukan survey untuk mengetahui seberapa besar keinginan (aspirasi) masyarakat Belinyu dan Riau Silip untuk menjadi Kabupaten Bangka Utara, pengambilan sampling menggunakan teknik
random sampling,  jumlah sampel (200 responden) terdiri dari masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kecamatan Belinyu dan Riau Silip,  teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner), dan diketahui keinginan (aspirasi) masyarakat Belinyu dan Riau Sililp untuk menjadi Kabupaten Bangka Utara: sebanyak 48% sangat setuju, 29% setuju, 14% ragu-ragu, dan 9%, tidak menjawab (apatis).

 Dari hasil survey tersebut penulis dapat menyimpulkan keinginan masyarakat Belinyu dan Riau Silip, untuk menjadi Kabupaten Bangka Utara sangat dominan (menguat), walaupun masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang ragu-ragu dan apatis, hal tersebut disebabkan adanya kejenuhan masyarakat terhadap wacana pembentukan Bangka Utara untuk yang kesekian kalinya.

Seiring dengan terpilihnya pasangan TenTram (Tentu Tarmizi-Rustam) pada Pemilukada 2013 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2013-2018, dengan motto Bangka Smart (Bangka Sejahtera dan Bernartabat) tentu diharapkan membawa perubahan kearah yang lebih BAIK bagi masyarakat Bangka pada umumnya, dan tak terlepas dari kemunculan Rustamsyah yang nota bene adalah putra daerah terbaik kelahiran Belinyu yang kini berstatus calon Wakil Bupati Bangka terpilih, dan Beliau sangat memahami apa dan bagaimana keinginan masyarakat Belinyu dan Riau Silip, dan semoga keinginan (aspirasi) masyarakat Belinyu dan Riau Silip untuk membentuk daerah otonom baru (Kabupaten Bangka Utara) yang sudah lama diidam-idamkan tentu akan lebih “mudah” terwujudkan.Berkaitan dengan itu, wacana pembentukan/pemekaran Belinyu dan Riau Silip  menjadi  Kabupaten Bangka Utara  mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Bangka, hal tersebut pernah disampaikan Bupati Bangka (H. Yusroni Yazid), ketika Beliau memberikan materi materi Territorial Reform dan Dinamikanya untuk mendukung pembentukan Kabupaten Bangka Utara yang diinginkan masyarakat Belinyu dan Riau Silip di Gedung Krida Stania. Hadir pada acara tersebut selain Bupati Bangka, antara lain Rektor UBB Dr. Bustami Rachman, Anggota DPR RI Babel Azhar Romli serta Kepala Biro Pemerintahan Babel Alamsyah Arsyad. (Humas dan Protokol, 14-01-2009).

Hal tersebut beliau pertegas kembali pada saat kegiatan “diskusi masyarakat masyarakat Belinyu dan Riau Silip” di Gedung Serba Guna (Belinyu, 3 Maret 2003). Keseriusan Bupati Bangka dalam merespon keinginan (aspirasi) masyarakat Belinyu dan Riau Silip menjadi Kabupaten Bangka Utara, dibuktikan dengan adanya  pemekaran dusun/lingkungan dan dikeluarkannya SK Bupati sebanyak 42 dusun/lingkungan baru di Kecamatan Belinyu, demikian juga di Kecamatan Riau Silip perlu segera dilakukannya pemekaran dusun untuk mempercepat pemekaran desa/kelurahan dan mengakselerasi pemekaran kecamatan.   Begitu pula dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, keinginan masyarakat Belinyu dan Riau Silip menjadi Kabupaten otonom bersinergis dengan grand desain Pemekaran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kota Sungailiat dan Kota Belitung, dan  mendapat dukungan dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  H. Eko Maulana Ali (almarhum), beliau sangat berkomitmen dan pernah berkata : “pemekaran Belinyu dan Riau Silip menjadi Bangka Utara tidak hanya impian atau cita-cita saja tetapi bisa terwujud, kita akan bangun Belinyu dan Riau Silip menjadi Bangka Utara. (Bangka Pos : (16/6/2013). Masyarakat Belinyu dan Riau Silip berharap Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung nantinya yang menggantikan beliau, tetap melanjutkan apa yang menjadi komitmen  dan cita-cita mulia (beliau) demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. 

Perlu Kajian Akademis

Pengalaman daerah lain menunjukkan bahwa aspirasi saja tidak cukup. Ada beberapa syarat bagi didengarnya aspirasi masyarakat lokal.

Pertama, adalah manajemen organisasi, hal ini penting karena perjuangan aspirasi masyarakat yang dilakukan secara tergorganisir dan kolektif akan lebih memudahkan kesatuan perjuangan.

Kedua, adalah kemampuan lobi, aspek ini memegang peranan penting karena dengan mengetahui jalur lobi yang tepat, maka tingkat efeketivitas dan efisiensi perjuangan akan lebih terjamin.

Selain itu, penting juga diperhatikan lobi internal, tidak saja ini terkait dengan dukungan para tokoh masyarakat, tetapi juga berhubungan erat dengan dukungan para elit lokal formal, misalnya DPRD induk, birokrasi, dan sebagainya. Pecah-belahnya aspirasi elit akan mengombang-ambingkan wacana pemekaran dalam pusaran yang pelik.Oleh karena itu, menjadi penting kiranya bahwa pemekaran Bangka Utara  membutuhkan kajian yang sangat ilmiah, yang dilakukan dengan tersistem dan pola-pola yang jelas. Konseptualisasi menjadi hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari logika pemekaran sebuah daerah yang terjadi secara serampangan dan mudah dipatahkan dalilnya, sehingga diperlukan telaah kritis secara akademik untuk memudahkan laju rencana pembentukan Kabupaten Bangka Utara. Untuk memberikan argumentasi, justifikasi dan hubungannya dengan keinginan masyarakat Belinyu dan Riau Silip, maka perlu dilakukan pengkajian akademik pembentukan Kabupaten Bangka Utara sebagai calon daerah baru pemekaran Kabupaten Bangka.

Kajian atau naskah akademik dapat memberikan gambaran secara riil upaya  pembentukan Kabupaten Bangka Utara, yang didukung oleh berbagai pertimbangan yang sangat rasional. Dukungan sebagaimana dimaksud berwujud dukungan fisik menyangkut luas wilayah, ketersediaan infrastruktur, sumber daya alam, dan dukungan nonfisik menyangkut dukungan moriil dan semangat dari segenap stakeholders dan masyarakat, serta dukungan politis dari berbagai kalangan pemuka agama, tokoh masyarakat, dan politisi. Dengan demikian melalui kajian akdemis pembentukan Kabupaten Bangka Utara dapat terwujud dengan logika dan landasan yang kokoh,  dan  terbentuknya Kabupaten Bangka Utara yang dapat diterima oleh berbagai pihak, tanpa ada  yang dirugikan.Melalui kajian akademik/studi kelayakan pembentukan Bangka Utara, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten Bangka atas rasionalitas usul pemekaran dusun, desa/kelurahan, dan kecamatan di Belinyu dan Riau Silip,
dan terpilihnya Tarmizi Saat– Rustamsyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2013-2018, semoga Pembentukan Kabupaten Bangka Utara semakin “mudah”.

Dengan demikian,  agar pembentukan Bangka Utara tidak hanya lingkup atau sebatas “wacana”, penulis menghimbau seluruh komponen masyakat Belinyu dan Riau Silip untuk merapatkan barisan, bergerak maju bersama berjuang dengan  tahapan yang jelas, sistematis dan terukur, sehingga arah perjuangan pembentukan Kabupaten Bangka Utara berada pada track/jalur yang sebenarnya dan…ayo…pastikan terbentuknya Kabupaten Bangka Utara tahun 2016/2017.‬

Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved