Kamis, 9 April 2026

Mahasiswa UGM Angkat Potensi Bangka

Universitas Gajah Mada (UGM) berupaya memberikan kontribusi untuk pemberdayaan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengangkat

Penulis: nurhayati |

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Universitas Gajah Mada (UGM) berupaya memberikan kontribusi untuk pemberdayaan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengangkat potensi perekonomian yang ada di daerah.

Upaya ini dilakukan melalui mahasiswa UGM yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bangka.

"UGM berusaha memperkuat, memperkokoh, mempercepat pembangunan masyarakat di Bangka Belitung khususnya yang kami lakukan adalah penelitian, dan pengabdian. Pengabdian ini melalui kuliah kerja nyata mahasiswa UGM ini sudah lima tahun," kata Wakil Rektor UGM Suratman, kepada bangkapos.com di DPRD Kabupaten Bangka, Selasa (20/8/2013).

Untuk itu, Mahasiswa UGM akan menggarap pemberdayaan masyarakat di Bangka di bidang non tambang. Dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi alternatif masyarakat saat pasca tambang.

"Kita harus memberikan konsep yang real dan nyata dan itu dirasakan perbaikan pendapatan oleh masyarakat yang berubah dari tambang ke non tambang," jelas Suratman.

Potensi daerah yang coba diangkat mahasiswa KKN UGM tersebut seperti bidang pertanian, perdagangan, perikanan dan pariwisata.

Diharapkan sektor riil yang dikembangkan mahasiswa tersebut bisa menumbuhkan pebisnis-pebisnis muda lokal dari putra-putra daerah. Selain itu mereka fokus mengarap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Kita petakan ada berapa nanti. Kekuatan kita ada di UMKM ini. Setelah dia berusaha nanti produk UMKM itu dijual bisa sampai ekspor," kata Suratman.

Namun diakuinya mindset pemikiran masyarakat di Kabupaten Bangka ingin instans dengan bekerja di tambang yang langsung menghasilkan menjadi kendala bagi para mahasiswa UGM untuk merubahnya.

"Jadi cara pandang hidup ini bagian dari kendala kita," ungkap Suratman.

Menurutnya sektor pertambang tidak selamanya mendatangkan keuntungan karena sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Oleh karena itu melalui kerjasama kalangan akademisi, pemprov, pemkab dan komunitas masyarakat dia yakin bisa sukses dalam meningkat kesejahteraan di daerah.

"Kita ingin para investor juga peduli, harus peduli karena sudah mengambil banyak kesempatan disini, mungkin bertahun-tahun," jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved