Kesehatan

Cara Alami Kurangi Uban

Berkurangnya produksi pigmen rambut sehingga menimbulkan ubanan adalah hal yang wajar

BANGKAPOS.COM-Berkurangnya produksi pigmen rambut sehingga menimbulkan ubanan adalah hal yang wajar saat usia memasuki akhir tiga puluhan atau empat puluhan. Menurut akupunturis dan ahli tanaman obat-obatan Putu Oka Sukanta rambut pria mulai ditumbuhi uban pada usia empat puluhan. Rambut wanita mulai beruban pada usia pertengahan tiga puluh tahun.

Dari segi akupuntur tumbuhnya uban di usia muda menunjukkan kinerja ginjal dan paru-paru yang kurang berfungsi secara optimal. “Fungsi ginjal dan organ tubuh lain pada pria dan wanita paruh baya sudah tidak berkembang lagi sehingga tumbuhnya uban di kepala mereka adalah wajar,” jelas akupunturis yang tinggal di Rawamangun ini.
Menurutnya faktor eksternal juga mempercepat tumbuhnya uban di usia muda. Faktor eksternal tersebut adalah penggunaan minyak rambut, cat rambut, jenis-jenis makanan tertentu serta polusi. Penggunaan minyak dan cat rambut tidak hanya mengenai rambut tetapi meresap ke dalam pori-pori kulit kepala. “Zat-zat kimia yang terkandung dalam minyak dan cat rambut mempengaruhi kesehatan rambut,”kata Putu Oka.

Putu Oka tidak menyarankan untuk mencabuti uban karena menurutnya kulit kepala penuh dengan susunan syaraf. Memilih cat rambut juga harus cermat karena kecocokan kulit kepala setiap orang dengan cat rambut berbeda-beda. Ia menyarankan beberapa cara alami untuk mengatasi uban yang tumbuh sebelum waktunya yaitu dengan olah napas, meditasi, olah raga dan akupresur.

Ia menyarankan konsumsi makanan yang berkhasiat menguatkan ginjal yaitu jus wortel dan tomat, daun plantago (ki urat), daun pegagan untuk regenerasi sel, jus wortel dan bayam serta wijen. Makanan yang memperkuat paru-paru adalah jus melon dan aneka buah yang mengandung vitamin C.

Makanan yang kurang baik untuk ginjal sebaiknya dihindari. Putu Oka menyebut makanan bersifat yang bersifat “dingin” tidak baik untuk ginjal. Santan, lidah buaya, duku, kacang hijau, taoge, selada, sawi-sawian, sirsak termasuk di dalamnya. Selain itu makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna, gula serta bahan kimia lainnya juga harus dihindari.

Minyak wijen, kemiri, cem-ceman daun mangkokan serta daun dan bunga sepatu yang digunakan sebagai minyak rambut dapat memperlambat tumbuhnya uban di kepala. Bahan-bahan alami itu dioleskan ke kulit kepala. “Pengolesan yang disertai pemijatan kulit kepala yang benar dapat memperlancar energi chi yang ada di kepala,” tambahnya.

Putu Oka juga menyarankan pemakaian sampo yang mengandung bahan alami dan  tidak terlalu banyak mengandung soda. “Selama ini orang menganggap sampo yang baik adalah sampo yang banyak busanya. Padahal banyak busa berarti banyak mengandung soda,” katanya.

Editor: tidakada021
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved