Kesehatan

ASI Eksklusif Hadiah Berharga untuk Bayi

Menyusui adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan oleh seorang ibu pada bayinya. Guna memasyarakatkan kembali

ASI Eksklusif Hadiah Berharga untuk Bayi
Shutterstock
Ilustrasi. | shutterstock

Laporan wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Menyusui adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan oleh seorang ibu pada bayinya. Guna  memasyarakatkan kembali pemberian ASI eksklusif, Bangka Belitung Peduli ASI bekerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) memberikan tips kunci keberhasilan menyusui bagi para ibu melalui kegiatan "Kelas EdukASI Menyusui Pre dan PostNatal", Minggu (6/10/2013), di Hotel Aston Soll Marina Bangka.

Kegiatan ini dihadiri oleh dua konselor laktasi bersertifikat nasional dan internasional AIMI yaitu Dr Astri Pramarini dan Ika Isnaini.  Dr Astri menjelaskan, ada empat standar emas nutrisi bayi, yaitu inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif mulai lahir sampai 6 bulan, MPASI lokal plus rumahan mulai 6 bulan dan ASI diteruskan sampai 2 tahun atau lebih.

"Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan, dimana bayi hanya diberi ASI saja sampai 6 bulan. Kemudian segera Inisiasi menyusui dini agar bayi mendapatkan kolostrum yakni imunisasi pertama bayi yang alami dengan khasiat yang luar biasa," jelas Astri.

Dia mengungkapkan, jika ibu telah membulatkan tekad untuk memberikan ASI kepada buah hatinya, langkah yang harus dilakukan yaitu percaya diri, gali informasi, dukungan lingkungan, dukungan sesama ibu menyusui dan dukungan rumah sakit sayang bayi dan dukungan tenaga kesehatan.

"Jadi tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak menyusui bayinya, banyak sekali cara yang bisa dilakukan agar ibu sukses menyusui, seperti cari informasi ke media, melalui kelas edukASI kita bisa belajar cara banyak tentang ASI, sekaligus teknik ASI perah bagi ibu pekerja," ujarnya.

Dijelaskannya, resiko penyakit dan infeksi juga bisa dicegah dengan ASI. Bayi tidak ASI sama sekali, risiko 14,2 kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit diare dan saluran pernafasan.

"Harapan kita masyarakat semakin teredukasi tentang pentingnya pemberian ASI, sekaligus kita mendorong pemerintah untuk mendukung para ibu menyusui," pungkasnya.

Astri menyebutkan, Babel Peduli ASI ini menjadi cikal bakal berdirinya cabang AIMI di Babel. "Kelas EdukASI ini merupakan rangkaian tahapan mendapatkan legalisasi berdirinya cabang AIMI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti menggelar kelas edukASI minimal tiga kali dan punya konselor laktasi empat orang," pungkasnya.

Penulis: khamelia
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved