Sumpah Pemuda
Giliran Markus Bicara "Sumpah Pemuda"
Markus begitu akrab disapa. Bujangan berusia 28 tahun asal Desa Pelangas Kecamatan Simpangteritip i
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Markus begitu akrab disapa. Bujangan berusia 28 tahun asal Desa Pelangas Kecamatan Simpangteritip itu, terhitung masih baru menggeluti dunia politik. Namun, dia terbilang sukses dan duduk sebagai anggota DPRD (dengan posisi Wakil Ketua DPRD) Bangka Barat.
Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun 2013 ini, bagi Markus, adalah momentum bukan sekadar untuk memperingati saja, namun hakikatnya harus mampu memaknai Hari Sumpah Pemuda itu.
Yakni sebagai kebangkitan para pemuda untuk terus memberikan partisipasi, berkontribusi yang positif dan berjuang dalam pembangunan negeri, demi tetap terjaganya persatuan dan kesatuan negeri secara utuh, khususnya untuk Negeri Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat.
Menurut Markus, dulu para pemuda berjuang secara politik untuk mengusir kolonial, penjajah negeri. Kini, katanya pemuda harus berpartisipasi, memberikan kontribusinya dan berjuang untuk pembangunan di daerah Bangka Barat.
"Sebagai pemuda, harus proaktif dan ikutserta untuk melakukan yang terbaik bagi daerah dan bangsa, tunjukkan pemikiran dan kreatifitasnya dalam proses pembangunan negerinya dan untuk daerahnya," kata Pemuda keturunan Tionghoa ini kepada bangkapos.com Senin (28/10/2013)