Baca Edisi Cetak Bangka Pos
Bu Muslimah Tak Surut Menjadi Guru
Gambaran sosok guru yang gigih dan peduli pada anak didik seperti diceritakan dalam novel Laskar Pelangi tak jauh berbeda dengan

AKBAR berusaha mengeja huruf dan merangkai kata di buku latihan yang terhampar di hadapannya. Siswa kelas 1 sekolah dasar ini satu persatu merangkai kalimat dibimbing Bu Muslimah, sang guru legendaris yang menjadi inspirasi bagi Andrea Hirata ketika menulis novel Laskar Pelangi.
Usia Bu Muslimah saat ini sudah lebih dari setengah abad. Ia pun telah purna tugas dari jabatan terakhirnya sebagai guru berstatus PNS di SD Negeri 6 Gantung pada tahun 2012 lalu. Namun demikian, semangat Bu Muslimah sebagai pendidik tetap menyala.
Gambaran sosok guru yang gigih dan peduli pada anak didik seperti diceritakan dalam novel Laskar Pelangi tak jauh berbeda dengan pribadi Muslimah. Ia tak mau diam berpangku tangan menikmati masa pensiun. Bu Mus mengisi hari-harinya dengan membuka les bagi anak autis serta pelajar yang tidak naik kelas karena bermasalah dalam belajar.
Muslimah menjadikan setengah bagian ruang keluarga di rumahnya yang asri di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, sebagai tempat untuk mengajar. Tanpa sekat, beralaskan karpet warna hijau dan dua meja kecil, Muslimah mengajar anak didiknya, Farida dan Akbar, Senin (25/11) sore kemarin.
Akbar belajar melancarkan menulis, sedangkan Farida yang saat ini bersekolah kelas 3 SD tekun berlatih mengerjakan soal matematika.
"Ibu ngajarek (ngajarin) adik (Akbar adalah adik Farida) dulu, setelah itu ibu ngajarek kamu. Coba kerjakan soal-soal ini, nanti sama-sama koreksinya," ujar Bu Mus kepada Farida yang duduk di sebelah Akbar.
Muslimah memilih tetap mengajar walau sudah pensiun sebagai guru PNS. Ia tak tega melihat banyak anak autis dan pelajar yang bermasalah sulit mengikuti pelajaran di kelas. Di sekolah, anak-anak ini disatukan dengan murid lain yang tidak mengalami kendala mengikuti pelajaran sehingga mereka malah sering mengalami kemunduran dari segi prestasi belajar.
"Dari awalnya ibu berpikir mau mengajar mereka les. Mereka sudah tidak bisa dibantu oleh guru di sekolahnya. Jadi ibu yang mengajar mereka. Kasihan mereka. Ada satu anak lagi, dia memang agak nakal, ulangan di sekolah dapat nol, tapi setelah ikut les, nilainya cukup bagus," tutur Muslimah yang tahun ini sudah berusia 61 tahun.
Muslimah mulai mengajar pada bulan Februari tahun 1971 hingga memasuki masa pensiun pada Februari 2012 lalu. Seperti diceritakan dalam novel Laskar Pelangi, Muslimah pernah mengajar hingga akhirnya menjadi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah di Gantung, Belitung Timur, pada tahun 1975 hingga 1984. Pada tahun 1986 ia diangkat menjadi PNS dan mengajar di SD negeri di Kecamatan Gantung. (rusmiadi)
Baca Bangka Pos Edisi Cetak, Selasa (26/11/2013)