Breaking News:

Setahun Berjalan Kaki, Bocah Ini Berharap Dapat Orangtua Angkat

Yadal (12), bocah kelas VI sekolah dasar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, selama setahun berkeliling dari kampung ke kampung

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Setahun Berjalan Kaki, Bocah Ini Berharap Dapat Orangtua Angkat
KOMPAS.com/ Junaedi
Bocah Sd berpetualng mencari orang tua asuh sejak setahun terakhir agar bisa bersekolah. Dengan berjalan kaki yadal tinggalkan kampung dan ayahnya

BANGKAPOS.COM, POLEWALI MANDAR - Yadal (12), bocah kelas VI sekolah dasar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, selama setahun berkeliling dari kampung ke kampung di daerah itu untuk mencari orang yang bersedia menjadikannya anak angkat.

Dengan tekad yang kuat untuk bisa melanjutkan sekolah, Yadal meninggalkan Ayahnya di Matangganga, sebuah dusun terpencil di Polewali Mandar.

Selama setahun, Yadal berkeliling sambil terus membawa selembar akte kelahiran dan foto copy kartu keluarga serta beberapa lembar seragam sekolah dan sarung.

Rabu kemarin, Yadal ditemukan warga sedang terdampar di kawasan Tambak Mampie. Kisah Yadal ini berawal saat dia diminta oleh ayahnya Dilang (60) untuk berhenti sekolah, karena keterbatasan biaya.

Dilang adalah petani penggarap yang penghasilannya tak bisa menghidupi anaknya itu. Dilang bahkan meminta Yadal untuk bekerja membantunya mencari Nafkah. Kala itu, Yadal yang baru naik kelas VI SD merasa terganggu.

Suatu hari, anak ke delapan dari 10 bersaudara pasangan Dilang dan Ana (50) ini pun pergi dari rumah. Yadal berharap bisa bertemu dengan dermawan yang mau mengangkatnya sebagai anak.

Ana, diketahui sudah lama bercerai dengan Dilang. Saat ini, Ana telah bersuami dan tinggal di Kabupaten Sidrap. Akibat perara itu, Yadal dan saudaranya yang lain pun tercerai berai. Yadal tinggal bersama ayahnya. Sementara sejumlah kakak dan adiknya tinggal di Mamuju dan merantau entah ke mana.

Mendapat orangtua angkat
Selama setahun perjalanannya, Yadal pernah dua kali mendapatkan orangtua angkat. Namun pada akhirnya Yadal memilih pergi dari mereka karena merasa diperas dan tak kunjung disekolahkan.

Saat ditemukan kemarin, petambak yang bersimpati dengan bocah ini sempat membawa Yadal ke rumahnya. Dia diberi makanan, sebelum diantarkan ke Kantor Polsek Wonomulyo.

“Saya pergi dari rumah sudah setahun. Saya jalan kaki dari kampung ke kampung. Saya makan kalau ada yang kasi di jalan. Saya jalan sejauh-jauhnya siapa tahu di jalan ada yang mau bersedia menyekolahkan," üjar Yadal yang seharusnya menempuh ujian SD bulan April mendatang.

Merasa tak nyaman dititipkan di kantor polisi, Yadal lagi-lagi memilih pergi. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved