Breaking News:

PT Timah Ambil Sampel Stock Intermediate Milik PT Koba Tin

Pelunasan pesangon mantan karyawan PT Koba Tin, serta hutang sejumlah

Penulis: M Zulkodri | Editor: edwardi
PT Timah Ambil Sampel Stock Intermediate Milik PT Koba Tin
bangkapos.com/zulkodri
Tim PT Timah ketika mengambil sample stock intermediate yang telah di tumpuk di gudang smelter PT Koba Tin, Jumat ( 10/01/2014)

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelunasan pesangon mantan karyawan PT Koba Tin, serta  hutang sejumlah mitra sepertinya tinggal menunggu waktu saja.

Pasalnya, rencana penjualan stock intermediate milik PT Koba Tin akan terealisasi. Hal itu, dibuktikan dengan sejumlah tim dari PT Timah, dan manjemen PT Koba Tin, hari ini, (kemarin), Jumat (10/01/2014) telah melakukan pengecekan sekaligus pengambilan sample stock intermediate yang ada di gudang smelter PT Koba Tin.

Dalam pengambilan sample tersebut, juga hadir manajemen PT Koba Tin,  Joni Ar, Ade Kelana,  Manajemen PT Timah diwakili Unit Metallurgi atas nama Hadi.

Perwakilan PT Koba Tin, Ade Kelana ketika dikonfirmasi mengatakan pengambilan sample ini, dilakukan
untuk melihat sample dan berbagai jenis serta kategori  dari intermediate tersebut.

 " Setelah di check, dan dinyatakan sesuai dengan data yang telah di heck oleh tim Sucofindo sebelumnya. Maka tinggal hitung-hitungan biaya pengangkutan. Berapa armada yang dibutuhkan untuk pengangkutan hingga sampai ke PT Timah," ujarnya.

Saat disinggung, berapa kepastian tonase intermediate yang akan di jual. Ade mengaku tidak mengetahui secara pasti. Tetapi pihaknya sudah mengantongi data, tetapi belum bisa diumumkan. Karena masih dalam tahap penelitian.  Namun menurutnya, dari stock intermediate tersebut, cukup untuk membayar pesangon karyawan sebanyak 166 orang ditambah hak-hak karyawan masih tertinggal.

" Pengecekan sekaligus pengambilan sampling ini, ada beberapa jenis, sesuai dengan kategorinya sesuai tumpukan terpisah yang ada di gudang smelter PT Koba Tin," ulasnya.

Dijelaskan Ade, stock intermediate ini, tidak termasuk kategori asset. Tetapi masuk kategori stock sisa timah.
Sedangkan soal kapan direalisasinya mengenai dana jaminan penutupan pertambangan (Jamtup), dikatakan Ade pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat dan  Kementerian ESDM. Begitu juga soal asset PT Koba Tin, baik yang bergerak maupun tidak bergerak.

" Kita berharap semua berjalan lancar. Memang fokus kita bagaimana pembayaran hak-hak karyawan. Sedangkan soal hutang para mitra tetap kita pikirkan, dan terus dilakukan koordinasi dengan pihak manajemen. Karena itu juga tanggungjawab koorporasi," ucapnya.

Tags
kobatin
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved