Baca Edisi Cetak Bangka Pos
Sepuluh Ton Dodol Bergoyang Ludes di Acara Puncak Pesta Adat
Ribuan warga hadir dalam acara puncak pesta adat di Desa Simpang Yul, Kecamatan Dodol Bergoyang Tempilang, Bangka Barat, Minggu (26/1) lalu.
Penulis: suhendri |
TEMPILANG, BANGKA POS - Ribuan warga hadir dalam acara puncak pesta adat di Desa Simpang Yul, Kecamatan Dodol Bergoyang Tempilang, Bangka Barat, Minggu (26/1) lalu. Kehadiran ribuan warga itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan raya desa setempat.
Pesta adat Dodol Bergoyang digelar secara rutin setiap tahun di Desa Simpang Yul. Acara puncak pesta adat kali ini menghabiskan kurang lebih 10 ton dodol bergoyang, 25 ton ayam potong, dua ton daging sapi, dua ton ketupat, dan satu ton lepat.
Pesta adat Dodol Bergoyong kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, yakni turnamen terbuka sepakbola, ceramah agama, kegiatan islami, pencak silat, dan penampilan tari daerah.
Kegiatan-kegiatan itu digelar sejak Oktober 2013 hingga 7 Februari 2014 mendatang.
Pemuda Desa Simpang Yul, Surya, mengatakan, Dodol Bergoyang merupakan penganan yang lezat.
Selain lezat, menurutnya, dodol tersebut juga tahan lama. "Dodol Bergoyang dibuat dari campuran beras ketan, gula merah, gula pasir dan lain-lainnya," kata Surya dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Kamis (30/1). Rencananya, lanjut Surya, Dodol Bergoyang yang diproduksi masyarakat Desa Simpang Yul akan dipasarkan di pasar-pasar. Hal itu untuk menambah penghasilan masyarakat desa setempat. (*/shi)
Selengkapnya baca Bangka Pos Cetak, Sabtu (1/2/2014)