Jumat, 15 Mei 2026

Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Saat Petir Hindari Tempat Terbuka

SAMBARAN petir sangat berbahaya jika kita tidak berlindung di tempat yang aman dan

Tayang:

SAMBARAN petir sangat berbahaya jika kita tidak berlindung di tempat yang aman dan tertutup. Apabila Anda sedang berada di luar rumah atau bangunan sewaktu terjadi badai dan timbul petir usahakan segera berlari ke arah bangunan yang aman atau kendaraan yang tertutup ketika mendengar guntur, melihat kilat atau awan gelap yang mambawa unsur petir.

Usahakan tinggal di dalam bangunan atau mobil sampai 30 menit setelah mendengar gemuruh atau ledakan terakhir. Selama berada di dalam mobil atau bangunan, usahakan tidak bersentuhan dengan benda yang bisa menjadi pengantar listrik.

Sebaiknya jangan berlindung di bawah pohon, sebab pohon bisa menjadi pintu masuk sambaran petir. Telah banyak korban akibat bernaung di bawah pohon dan tersambar petir.

Apabila terjebak dalm badai petir ketika melakukan kegiatan outdoor, maka berikut ini ada beberapa tindakan yang dapat sedikit mengurangi risiko tersambar petir

# Jika sedang berkemah, hiking, atau berada di tempat terbuka dan jauh dari sebuah kendaraan yang aman atau bangunan, hindari lapangan atau tempat terbuka. Jauhi tempat tinggi, misalnya bagian atas bukit atau gunung, pohon yang berdiri tunggal atau benda tinggi lainnya.
# Ketika berada di hutan dan tak ada bangunan tertutup, bernaunglah pada pohon yang berdiri lebih rendah di banding pohon lain, meski cara ini tetap saja berisiko.
# Sewaktu berkemah di daerah terbuka, mendirikan tenda di lembah, jurang atau daerah rendah lainnya menjauhlah dari air, barang-barang basah (seperti tali) dan benda logam (seperti pagar dan tiang). Air dan logam adalah konduktor yang sangat baik mengalirkan arus listrik. Arus dari kilatan petir dapat dengan mudah mengalir dari jarak yang cukup jauh
# Sebagian besar cidera dan kematian yang disebabkan oleh petir pada penumpang kapal atau perahu kecil disebabkan karena kapal tidak mempunyai kabin. Kapal dengan kabin memberikan kondisi lebih aman, tapi tetap saja tidak sempurna apabila kapal tidak dilengkapi penangkal petir. Jika berada di dalam kabin kapal, menjauhlah dari logam dan semua komponen listrik. Matikan  radio kecuali keadaan darurat.
# Daerah pertambangan merupakan areal terbuka. Intensitas sambaran petir ke tambang sangat dipengaruhi materi tanah setempat  Untuk daerah daerah tambang berjenis logam tentu petir akan condong / mudah menyambar . Bagi para pekerja pertambangan sebaiknya perhatikan baik baik standar keselamatan.
(Sumber: antipetir.asia)

Menyambar Pekerja Tambang dan Nelayan
Korban Sambaran Petir Tahun 2013 berdasar data BNPD Babel:  18 Orang
Beberapa kejadian sambaran petir di Babel:
* 31 Januari 2013: Turoman (40), pekerja TI asal Jawa Tengah, tewas disambar petir saat sedang bekerja di lokasi TI di wilayah Dadap Desa Bencah, Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan, Kamis (31/1) siang .
* 12 Februari 2013: Asamuji (50), warga Desa Penutuk, Kecamatan Leparpongok, Bangka Selatan, meninggal disambar petir, Selasa (12/2).
* 1 April 2013: Sukri (20), mengalami luka bakar saat petir menyambar rumah kakak iparnya, Wakidi (35) Jl SP A Rias Toboali. Sejumlah peralatan elektronik di rumah Wakidi rusak berat.
* 9 April 2013: Empat penambang timah di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur, tersambar petir saat berteduh di sebuah pondok dekat tambang mereka, Selasa (9/4). Satu diantara mereka tewas di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya selamat.
* 16 April 2014: Rini (30), warga Gang Kelapa Dua Jl Pramuka Kelurahan Parit Padang, Sungailiat, Bangka sempat mengalami gangguan pendengaran setelah petir meledakkan meteran listrik di rumahnya dan membuat sebuah mesin cuci terpental lalu hancur berkeping- keping
* 30 April 2013: Junaidi (60), warga Dusun Tanjung Belantu, Desa Tanjung Kelumpang, Belitung Timur ditemukan mengapung tak bernyawa di sekitar Pantai Air Langir, Dusun Lanun Desa Tanjung Kelumpang. Nelayan ini diduga tewas disambar petir.
* 30 April 2013: Nakhoda KM Intan Permata  Andi Alyas (40) bersama dua ABK-nya, M Lukas dan Ahmad , nyaris tewas ketika petir menyambar kapal mereka di depan kawasan Pelabuhan Sadai.
* 3 Mei 2013: Sumarsidi (29), warga jalan Padat Karya, Desa Payung, Kecamatan Payung, Bangka Selatan tewas di dalam kamar mandi setelah petir menghantam rumahnya.
* 25 Mei 2013: Abdullah (45), pekerja TI di kawasan Belilik, Kecamatan Namang Bangka Tengah, tewas dengan sekujur tubuh mengalami luka bakar setelah petir menyambar pondok tempat dia berteduh.
* 28 Mei 2013: Rudi (20) dan Sandy (17), dua warga Kelurahan Tanjung, Ketapang, Toboali, Bangka Selatan meninggal dunia setelah tersambar petir saat bekerja di TI apung di wilayah perairan Kubu Toboali.
* 3 Juni 2013: Lima orang terkena sambaran petir di Lokasi Tambang Inkonvensional (TI) Sarang Ikan, Lubuk Besar, Bangka Tengah. Tiga diantaranya yakni Jon (45),  Eti Susilawati (22), dan Ujiman (20). meninggal di tempat kejadian sedangkan dua orang, Nan (45) dan Adit (5)  harus menjalani perawatan medis.
* 8 September 2013: Candra alias Aku (54) warga Kampung Taekonfoi Desa Bintet, Belinyu meninggal setelah tersambar petir saat mengecek TI miliknya.
* 29 Oktober 2013: Rumah Zulfian (30) di Kampung Padang, Dusun Tutut, Desa Penyamun Kecamatan Pemali, Bangka rusak dihantam sambaran petir.
 Sumber: Dokumentasi Bangka Pos

Simak berita lengkapnya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak.

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved