Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Susah Mencari Kerja di Babel

Mungkin tahu ada lowongan pekerjaan. Adikku tamatan SMA, tetapi sampai sekarang susah dapat pekerjaan

* 21.000 Orang Antre Lowongan Pekerjaan

Bangka Belitung adalah daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah. Pesona pertimahan, perkebunan kelapa sawit, dan berkembangnya berbagai usaha masyarakat menarik perhatian ribuan orang perantau untuk datang mencari nafkah ke Babel. Namun demikian, puluhan ribu warga kepulauan ini masih kesulitan mencari pekerjaan yang dirasa memadai untuk sandaran hidup.

EVI telah meninggalkan bangku SMAN 1 Merawang sejak tahun 2012 silam. Dua tahun berselang semenjak tamat sekolah, gadis yang usianya menjelang 20 tahun ini belum juga memperoleh pekerjaan tetap.

Sang kakak, Novi, berusaha membantu mencari informasi lowongan kerja yang bisa menampung Evi. Akan tetapi keduanya belum juga memperoleh hasil menggembirakan. Evi pun memilih bertahan membantu di toko jasa fotokopi.
Saat berjumpa Bangka Pos, Rabu (19/2), Novi meminta informasi lowongan pekerjaan bagi adiknya.

"Mungkin tahu ada lowongan pekerjaan. Adikku tamatan SMA, tetapi sampai sekarang susah dapat pekerjaan," ungkap Nofi.

Nofi menjelaskan, adiknya itu ingin mencari pekerjaan baru dan tidak lagi berkutat melayani jasa fotokopi di toko tempat Evi selama ini mencari sekedar penghasilan.

"Kemarin itu sementara dia di tempat fotokopi sambil cari pekerjaan. Tetapi sampai sekarang belum dapat, makanya bertahan terus di tempat fotokopi," ungkap Nofi.

Kesulitan yang sama diungkapkan Itin (20), warga Kampak, Pangkalpinang. Ia sudah beberapa kali melayangkan lamaran pekerjaan dengan bekal ijazah sekolah menengah kejuruan miliknya. Tapi hasilnya masih nihil. Itin mengeluh susahnya mencari kerja di Pangkalpinang.

"Saya sudah masukan lamaran ke beberapa tempat, tetapi belum dapat pekerjaan. Sulit cari kerja sekarang," ujar tamatan SMK Muhamadiyah ini.

Lain lagi pengalaman Kris, warga Pangkalpinang. Pria 27 tahun ini sudah pernah mengecap kesibukan kerja di sebuah perkebunan di Pulau Bangka. Sayangnya, lima bulan lalu perusahaan itu mengurangi tenaga kerja. Kris serta beberapa karyawan lain diberhentikan.

Semenjak itu Kris sibuk mencari informasi lowongan pekerjaan. Ia bahkan sempat mencoba melamar menjadi tenaga satuan pengaman, tapi nasibnya belum beruntung. (J2)

Selengkapnya Baca Bangka Pos Edisi Cetak, Kamis (20/2/2014).

Penulis: respileba
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved