Diskominfo Adakan Rakor Bersama PT Pelindo Terkait Pelabuhan Tanjung Gudang
Kami rapat koordinasi dengan Pelindo. Mulai tahun ini manajer Pelindo punya program. Untuk bongkar muat sekarang yang sudah berjalan
Penulis: nurhayati |
Caption: Dawami (nurhayati/bangkapos.com)
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bangka melakukan pertemuan dengan pihak PT Pelindo Babel, untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu yang 'mati suri'.
Selama ini, pelabuhan tersebut semakin sepi dari aktivitas bongkar muat barang maupun angkutan penumpang. Pelabuhan yang dibangun pada masa Bupati Bangka dijabat H Eko Maulana Ali, saat ini seolah hidup segan mati tak mau. Tidak ada pemasukan sama sekali yang bisa diperoleh Pemkab Bangka dari retribusi pelabuhan tersebut.
Kendati demikian, Pelabuhan Tanjung Gudang ini akan difungsikan kembali, dimana sudah ada kapal pengangkut BBM dan CPO yang bersandar disana.
"Kami rapat koordinasi dengan Pelindo. Mulai tahun ini manajer Pelindo punya program. Untuk bongkar muat sekarang yang sudah berjalan curah minyak BBM. Sekarang bulan Februari sudah 7.000 ton dan CPO setiap bulannya 2.000 ton," kata Kepala Diskominfo Kabupaten Bangka, Dawami, usai rapat internal dengan pihak PT Pelindo di Diskominfo Kabupaten Bangka, Rabu (12/3/2014).
Pada kesempatan ini, mereka juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, yang menginginkan untuk angkutan kargo melalui pelabuhan itu minimal sebulan sekali.
Diakuinya penyebab 'mati suri' pelabuhan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Belinyu karena dinilai para pemilik kapal biaya angkutan barang jika kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Gundang lebih besar dibandingkan dengan langsung menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Selain itu kurangnya fasilitas untuk sandar kapal.