Putri Keraton Tolak Poligami

Gusti Noeroel, sosok perempuan yang menjaga tradisi Keraton namun berpikiran dan

Putri Keraton Tolak Poligami
DOK. PRIBADI Gusti Noeroel. 

Kepada seorang militer berpangkat Letnan Kolonel yang bertugas di Bandung sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD, RM Soejarsoejarso Soejarsosoerjarso, ia menjatuhkan pilihan. Mas Jarso, panggilan akrabnya adalah juga keturunan bangsawan. Namun pasangan suami istri berdarah biru ini meninggalkan Keraton untuk hidup bersama, membangun keluarga sederhana dalam perantauan.

Prinsip kuat
Pasangan ini dikaruniai tujuh anak (satu meninggal), 14 cucu dan empat buyut. Kepada anak-anaknya, terutama anak perempuan, Gusti Noeroel kerap berpesan agar jangan pernah mau dimadu. Meski pesan ini bukan satu-satunya pandangan yang ia tanamkan kepada penerusnya, namun pesan ini bermakna mendalam.

Kepada Kompas Female, putri sulung Gusti Noeroel, B.R.Ay Parimita Wiyarti mengatakan prinsip tak mau dimadu tak hanya kuat melekat dalam diri ibunya, namun juga dirinya dan semua anak-anaknya hingga kepada cucu-cucunya.

"Prinsip enggak mau dimadu berasal dari ibu. Ibu Gusti melihat ada duka di wajah ibunya, seperti ada penyesalan karena meski menjadi ratu, ada banyak selir. Ibu Gusti seperti melihat ada kepedihan karena menyengsarakan perempuan lain," katanya di sela peluncuran buku Gusti Noeroel di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Bagi Parimita, ibunya adalah sosok perempuan dan orangtua modern yang merdeka namun sederhana. Ia mengejar kebahagiaan yang tak diukur dari materi. Ia berpikiran terbuka namun tetap terpimpin. Prinsip dan karakter kuat inilah yang memberikan inspirasi, dan kemudian diwariskan kepada anak cucu.

Kini, 15 tahun sepeninggal suaminya, di usia 92, Gusti Noeroel menikmati kebersamaan dengan keluarga multikultur di Gegerkalong, Bandung. Gusti Noeroel dengan perjalanannya menjadi ibu, eyang Putri, sepuh bisa menginspirasi banyak keluarga, terutama perempuan untuk menentukan kebahagiaan secara merdeka, tanpa melukai pihak lain. Mencari bahagia dengan cara sendiri yang menginspirasi.

Tags
keraton
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved