Harga Minyak Dunia Kembali Melorot

Setelah sempat menikmati kenaikan pada perdagangan sebelumnya,

Harga Minyak Dunia Kembali Melorot
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, NEW YORK — Setelah sempat menikmati kenaikan pada perdagangan sebelumnya, pasar minyak dunia jatuh pada Kamis (15/1/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB). Penurunan harga emas hitam ini merespons pernyataan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memproduksi minyak lebih dari pagu Desember.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari merosot 2,23 dollar AS atau 4,6 persen, menjadi ditutup pada 46,25 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Ini hampir memusnahkan kenaikan pada Rabu yang dianggap sebagai jeda pasar yang langka dalam penurunan harga minyak yang memusingkan sejak Juni.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, kontrak acuan berjangka internasional, turun 1,02 dollar AS (2,1 persen) menjadi 47,67 dollar AS.

"Pengumuman OPEC bahwa produksi Desember naik, ketika orang telah berharap itu akan jatuh, adalah faktor utama," kata Michael Lynch dari Strategis Energy & Economic Research.

Ke-12 negara anggota OPEC, yang memproduksi sekitar sepertiga dari pasokan global, menyatakan dalam laporan bulanan Kamis bahwa produksinya naik menjadi 30,2 juta barrel per hari pada Desember, di atas batas produksi kartel 30 juta barrel.

Selain itu, OPEC memproyeksikan permintaan minyak akan jatuh menjadi 28,8 juta barrel per hari (mbpd), dari 29,1 juta pada 2014.

Laporan OPEC, yang secara umum suram tersebut, juga menyatakan permintaan global untuk minyak mentah akan naik sedikit tahun ini, menjadi 92,3 juta barrel per hari. Namun, kenaikan tersebut akan diserap oleh kenaikan produksi oleh negara-negara non-OPEC.

Pasar minyak telah stabil, terutama sejak WTI pada Selasa mencapai penutupan terendahnya dalam enam tahun di 45,89 dollar AS per barrel.

Dengan harga turun hampir 60 persen sejak Juni di tengah kelebihan pasokan dan melemahnya pertumbuhan ekonomi global, para pedagang berspekulasi tentang kapan pasar akan keluar dari titik terendahnya dan mulai meningkat lagi.

"Saya pikir kami telah mencapai titik terendah, pada 45 dollar AS, dan nilai wajar akan menjadi lebih tinggi. Orang ingin bergerak lebih tinggi, tetapi mereka menunggu sentimen yang lebih baik tentang kondisi ekonomi," kata Carl Larry dari Frost & Sullivan.

Tim Evans dari Citi Futures mencatat, aksi perdagangan terjadi karena kontrak Brent untuk penyerahan Februari berakhir pada Kamis dan menjelang berakhirnya kontrak WTI untuk Februari pada Selasa pekan depan, "menunjukkan sebuah elemen penyesuaian posisi yang signifikan dalam transaksi hari ini".

Tags
HARGA BBM
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved