Premium Paling Cepat Dihapuskan Empat Tahun Lagi

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, menegaskan penghapusan premium

Premium Paling Cepat Dihapuskan Empat Tahun Lagi
Bangkapos.com/dok
Mobil tangki pengangkut BBM jenis premium (bensin) subsidi, bongkar muatan ke tangki timbun di SPBU 24.334.81 di dekat Sungai Manggar, Selasa (4/11) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, menegaskan penghapusan premium dan mengalihkannya ke pertamax tidak boleh dipaksakan dalam waktu singkat, karena pemerintah harus membangun kilang-kilang minyak baru.

“Pemerintah jangan terburu-buru menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium karena banyak kilang Pertamina masih memproduksinya,” kata Kurtubi, kemarin.

Menurut dia, kalau tujuan pemerintah untuk memberantas mafia migas, pasti dapat dukungan dari semua pihak termasuk DPR. Memang mestinya ke depan BBM kita ke arah yang lebih bagus, berkualitas dan ramah lingkungan. Tapi, penghapusan premium tidak boleh dipaksakan dalam waktu singkat. "Tidak bisa ujug-ujug diubah ke pertamax. Butuh waktu agar kita tidak terjebak lagi dalam mafia pertamax."

Dikatakannya, kalau dalam waktu beberapa bulan, pemerintah harus impor besar, dan hal itu bisa dimainkan pengusaha di Singapura, sehingga Pertamina harus bisa mengubah produksi premium ke pertamax.

"Di samping itu, kita dorong pemerintah membangun kilang minyak agar bisa swasembada BBM. Paling cepat dibutuhkan waktu emapat tahun untuk merealisasikan penghapusan premium tersebut," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Energy and Strategic Resources (Cesri), Prima Mulyasari Agustini mengatakan, tren pengalihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ke pertamax harus disikapi oleh pemerintah dengan cara mengurangi impor premium. Pasalnya, pengalihan konsumsi itu menandakan bahwa ada keinginan masyarakat untuk mendapatkan BBM yang lebih berkualitas.

“Mengurangi impor premium merupakan pilihan yang rasional untuk dipikirkan oleh pemerintah. Dengan mengurangi impor premium, berarti pemerintah mengarahkan masyarakat untuk mengonsumsi bahan bakar yang lebih berkualitas serta ikut mendidik masyarakat untuk kurang mengonsumsi BBM yang merusak lingkungan," ujar Prima.

Tags
HARGA BBM
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved